Home / Berita

Friday, 12 January 2018 - 22:38 WIB

Sri Mulyani Bawa Rencana Perubahan Struktur Gaji PNS ke Jokowi

Rencana perubahan struktur gaji pegawai negeri sipil (PNS) akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan perubahan tersebut akan dibahas di sidang kabinet.

“Sekarang saya belum bisa membicarakan mengenai hal itu (struktur gaji), tapi pemikiran bersama Menteri PAN-RB akan saya sampaikan di sidang kabinet. Dan akan saya sampaikan ke Presiden,” Kata dia dalam acara HUT LMAN di Djakaeta Theatre, Rabu (10/1/2018).

Dia menjelaskan, pemerintah akan mengubah sistem penggajian PNS. Termasuk gaji pensiunan, hal ini agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan seluruh aparatur sipil negara (ASN)

“Kita harapkan diharapkan dapat diubah, sehingga ASN bisa bekerja dengan baik, profesional tapi juga sesuai dengan kemampuan negara,” imbuh dia.

Sri Mulyani menambahkan, pemerintah akan terus mengevaluasi seluruh komponen take home pay atau pendapatan PNS yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan kinerja, honor dan tunjangan lain.

Baca Juga  Upaya Menghadirkan Pemimpin Pembelajaran Melalui Program Guru Penggerak

“Kita tinjau ulang komponen penerimaan atau take home pay PNS yang berasal dari gapok, tunjangan kinerja, honor. Nanti kita lihat itu semuanya,” imbuh dia.

Namun, Sri Mulyani belum bisa memastikan kapan perubahan sistem pendapatan PNS ini mulai diberlakukan, apakah tahun ini atau tahun depan.

Sumber: Detik

Share :

Baca Juga

Berita

Pertama Dalam Sejarah, Tahun Depan PNS Dapat THR

Berita

Ini Kata Sri Mulyana Soal Pembayaran Gaji 13 dan 14 PNS/ASN

Berita

Pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2015

Berita

Inilah Penjelasan Mendikbud tentang dugaan kebocoran Soal UN di google drive

Berita

Kemendikbud Imbau Pemda Cairkan Tunjangan Profesi Guru

Berita

Mau Kuliah gratis di Jerman ?

Berita

Ujian Nasional 2016 Gunakan 2 Kurikulum, Ternyata ini alasannya

Berita

Beda Sertifikasi Guru Dulu dan Sekarang