Home / Berita / Sertifikasi Guru

Wednesday, 5 August 2015 - 19:47 WIB

Beda Sertifikasi Guru Dulu dan Sekarang

RUMAH BELAJAR– Kebijakan sertifikasi guru sudah berlangsung sejak delapan tahun lalu sejak di pemerintahan SBY. Dan proses pemberian sertifikasi kepada guru juga berbeda.

“Dulu banyak guru yang belum S-1. Maka kemudian mereka boleh menggunakan portofolio. Guru ini sudah sekian lama mengajar, lalu aktif dalam kegiatan seminar,” ungkap anggota Komisi X DPR RI, Teguh Juwarno, dalam Diskusi Pendidikan di Kemendikbud, belum lama ini.

Dari sanalah dilakukan tahapan menyeleksi guru-guru yang berhak mendapatkan sertifikasi dan dinobatkan sebagai guru profesional. Namun, program sertifikasi guru saat ini memiliki mekanisme berbeda.

“Nah kalau sekarang yang diutamakan adalah ujian kompetensinya. Diharapkan guru profesional adalah yang memiliki kompetensi baik dan terlihat dari proses sertifikasi. Bila berhasil melewati serifikasi ini, guru tersebut berhak mendapatkan tunjangan,” ujarnya.

Baca Juga  Unduh Juknis BOS 2015 Permendikbud No. 161 Tahun 2014

Teguh menambahkan, para guru di daerah terpencil juga akan mendapatkan tunjangan tersebut, terutama mereka yang sudah berdedikasi mengajar. Kisaran tunjangan yang didapat juga sama dengan guru-guru bersertifikasi.

“Jika para guru di daerah terpencil tidak bisa mengurus sertifikasi karena keterbatasan, maka mereka tidak perlu khawatir. Para guru itu juga akan mendapatkan tunjangan yang besarannya sama dengan tunjangan profesi,” tuturnya. (sumber: okezone)

Share :

Baca Juga

Berita

Dinilai Merugikan Tenaga Pengajar, PP Guru Harus Direvisi

Berita

Kinerja PNS, Gaji PNS Rajin Beda dengan yang Malas

Berita

Lomba Penulisan Artikel dan Features Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2015

Berita

Tahun 2015, Sebanyak 57 Ribu Guru PAUD Ikuti UKG

Berita

Guru Kesulitan menjawab soal UKG 2015, ternyata ini penyebabnya

Berita

Sayembara Desain Logo OSN Kemdikbud

Berita

PENTING! Bagi Orangtua dan Peserta Didik Tolong Baca Pesan Menteri Baswedan Ini

Berita

Guru tak bersertifikasi di akhir tahun 2015 dilarang mengajar