Tips Aman Berhutang Tanpa Dikejar Rentenir

Tips Aman Berhutang Tanpa Dikejar Rentenir

Siapa sih yang mau memiliki hutang? Tentu tak ada orang yang ingin berhutang. Namun, terkadang kondisi keuangan yang menjepit memaksa kita untuk mencari solusi agar masalah bisa teratasi segara. Pada kondisi itulah hutang menjadi jalan yang mau tidak mau dipilih. Ya, sebenarnya tak ada masalah dengan berhutang. Bahkan, dalam agama pun hutang diperbolehkan. Sayangnya, perasaan gelisah memiliki hutang seringkali mengganggu kita. Untuk itu, jika memang kamu harus berhutang, lakukan tips aman berhutang agar perasaan tetap nyaman dan hutang menjadi solusi yang tak Anda sesali. Apa saja tipsnya?

  1. Pastikan bahwa alasan Anda berhutang adalah alasan yang masuk akal

Jika Anda mendengar bahwa tak ada salahnya berhutang, maka jangan manfaatkan ungkapan tersebut sebagai pembenaran semua tindakan hutang Anda. Lihat dulu apakah memang alasan Anda berhutang masuk akal. Jika memang alasannya tidak masuk akal, maka urungkanlah. Misalnya Anda berhutang dengan alasan untuk membeli tas branded limited edition. Karena takut kehabisan stok barang sebelum gajian, maka kemudian Anda berhutang. Mungkin membeli tas memberikan kepuasan pada diri Anda, namun hal tersebut bukanlah sesuatu yang benar-benar mendesak. Apalagi jika alasannya akan sangat merugikan Anda seperti untuk modal judi? Nah, berikut ini beberapa alasan berhutang yang masih masuk akal.

  • Berobat

Kesehatan adalah salah satu hal utama yang harus dijaga. Seperti apapun kondisi keuangan Anda, jika memang perlu untuk pergi ke dokter, maka pergilah. Di saat seperti itu, berhutan jadi hal yang tidak menjadi masalah.

  • Biaya melahirkan

Melahirkan adalah salah satu hal yang biasanya membutuhkan cukup banyak biaya. Jika saat melahirkan kondisi keuangan sednag tidka baik, maka tak ada salahnya untuk berhutang karena itu semua demi kebaikan keluarga dan orang-orang yang disayangi.

  • Renovasi rumah yang mendesak

Selain kesehatan, rumah juga merupakan kebutuhan utama bagi kita. Saat rumah terasa tak nyaman, maka produktivitas pun bisa menurun. Untuk itu, merenovasi rumah bisa menjadi alasan berhutang yang masuk akal. Namun pertimbangkan juga apakah renovasi tersebut memang benar-benar diperlukan. Misalnya renovasi kamar mandi yang sudah tidak layak, bisa dianggap penting karena kamar mandi akan digunakan setiap hari dan kebersihan maupun kenyamanannya juga penting bagi kesehatan. Contoh lainnya adalah renovasi atap yang bocor, apalagi di musim hujan. Nah, untuk alasan merenovasi rumah bisa diterima jika memang demikian adanya.

  • Biaya pendidikan anak

Pendidikan adalah salah satu hal terpenting bagi anak. Pendidikan adalah hak semua anak dan menjadi salah satu kewajiban bagi orangtua untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya. Nah, misalnya Anda ingin memasukkan anak ke perguruan tinggi kemudian terhambat biaya. Maka, menjadikannya alasan berhutang adalah masuk akal. Selain itu, pendidikan juga bisa dianggap sebagai investasi masa depan bagi anak-anak kita.

  • Modal usaha

Selain untuk kebutuhan yang mendesak, berhutang juga masuk akal jika digunakan untuk berbagai kegiatan produktif seperti utnuk berbisnis. Jika konsep bisnis Anda sudah matang dan hanya terhambat modal, maka tak ada salahnya berhutang. Pada akhirnya usaha Anda akan membuahkan hasil juga yang bisa Anda gunakan untuk melunasi hutang.

Nah, beberapa alasan tersebut masih masuk akal untuk menjadi alasan berhutang. Atau beberapa alasan sejenis juga tak masalah. Jadi, langkah pertama untuk memutuskan akan berhutang atau tidak adalah lihat alasan Anda.

 

  1. Memiliki rencana pembayarannya

Hanya dengan alasan masuk akal saja belum cukup untuk membuat Anda memutuskan berhutang. Anda juga terlebih dahulu harus memiliki pandangan rencana pembayarannya. Misalnya apakah Anda akan membayarnya dengan gaji bulan depan baik tunai maupun mencicil. Ataukah ada sumber lain selain gaji yang akan Anda gunakan. Jika memang Anda memiliki rencana yang jelas untuk melunasinya, maka hutang bukanlah masalah.

 

  1. Perhatikan batasan kemampuan finansial Anda

Meskipun memiliki rencana pembayaran yang matang, bukan berarti Anda bebas mengambil hutang atau pinjaman dalam jumlah berapa saja. Anda juga perlu untuk mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum menentukan jumlah nominal hutang yang akan diambil. Pastikan Anda mengambil jumlah nominal hutang yang masih mungkin Anda cicil atau Anda lunasi.

 

  1. Berkomitmen untuk membayarnya, terutama jika Anda mengambil cicilan

Sejak awal berhutang, tentukanlah selama apa Anda akan berhutang dan rencanakan kapa waktu Anda melunasinya. Kemudian buat komitmen pada diri sendiri untuk benar benar disiplin melunasinya. Apalagi jika jumlah hutang cukup besar dan Anda mengambil cara pembayaran dengan cicilan. Meskipun setelah berhutang, kondisi finansial Anda masih baik, jangan terlena dengan menunda-nunda pembayaran.

 

  1. Pilih tempat berhutang yang tepat

Tentu ada banyak tempat yang mungkin Anda jadikan tempat berhutang. Bahkan mulai dari teman, keluarga, tetangga, lembaga baik perbankan maupun non-perbankan. Diantara berbagai kemungkinan tempat tersebut pastikan tempatnya terpercaya. Bahkan jika berhutang pada teman pun Anda harus mempertimbangkan dengan cermat, apakah dia adalah tipe orang yang bisa diajak bekerjasama dengan baik atau tidak. Juga pastikan ada perjanjian awal yang jelas. Apalagi jika tempat Anda berhutang adalah sebuah lembaga. Tentu akan ada syarat dan ketentuan yang harus Anda penuhi.

 

  1. Ketahui Syarat dan Ketentuan

Nah, tips yang keenam ini masih menyangkut tips nomor 5. Jika Anda berhutang pada sebuah lembaga, maka pastikan Anda mengetahui dan memahami apa saja syarat dan ketentuannya. Misalnya apakah tempat tersebut mensyaratkan agunan atau jaminan atau tidak, kemudian berapa bunga pinjamannya.

 

Itulah beberapa tips untuk Anda agar aman berhutang. Nah, jika Anda mencari tempat berhutang atau pihak pemberi pinjaman tanpa agunan atau jaminan, maka monily id pinjaman adalah salah satu tempat yang tepat untu dipilih. Apalagi jika Anda membutuhkan uang untuk keperluan mendesak dan harus cepat. Monily bukan hanya memberikan syarat yang mudah, namun prosesnya juga cepat. Untuk bunganya dihitung per hari sehingga semakin Anda cepat melunaisnya maka semakin sedikit bunganya. Untuk itu, Monily id adalah tempat yang tepat untuk Anda yang membutuhkan dana cepat peminjaman jangka pendek.

Pinjaman uang cepat tanpa syarat Monily merupakan sebuah pinjaman berbasis online. Sehingga Anda tak perlu pergi ke mana-mana. Dengan duduk dan membuka gadget, Anda sudah bisa mendpaatkan dana pinjaman dengan jumlah yang cukup besar. Jadi, jika Anda perlu untuk mengambil pinjaman namun tak memiliki suatu barang untuk menjadi agunan atau jaminan, Monily adalah solusi yang akan membantu Anda. Untuk mengambil pinjaman di Monily, yang perlu disiapkan diantaranya hanya kontak saudara tidak serumah, karena asalkan Anda adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan berumur minimal 22 tahun, maka Anda bisa melakukan pinjaman di pihak pinjaman bukan bank yang satu ini. Silahkan cek www.monily.id untuk mendapatkan informasi selengkapnya.