Surat Resmi Dirjen GTK tentang Penutupan Padamu Negeri

Surat Resmi Dirjen GTK tentang Penutupan Padamu Negeri – Salam Edukasi, di akhir bulan Juni tahun 2015 ini adalah awal kegembiraan para Operator sekolah di seluruh Indonesia. Pasalnya rumor yang berkembang mengenai penutupan Portal Pendataan Padamu Negeri yang sudah dinanti-nanti para operator sekolah sudah keluar.

Surat resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 16587 / B / PTK / 2015 Tanggal 29 Juni 2015 tentang Surat Edaran tentang penggunaan Dapodik dalam pendataan Guru dan tenaga kependidikan.

Dalam surat itu berbunyi bahwa ” Sekretaris Jenderal Kemdikbud telah mengeluarkan surat penugasan Tim Ad Hoc yang tugasnya menyatukan Data Padamu Negeri dengan dapodik.

Menurut Surat resmi penutupan Padamu Negeri tersebut Aplikasi penjariangan data Guru dan tenaga kependidikan melalui Padamu Negeri tidak dioperasionalkan lagi.

Penutupan Portal Padamu Negeri ini disambut baik para operator sekolah yang selama ini disibukkan dengan pengerjaan 2 pendataan dapodik dan Padamu negeri.

Silakan Download dan Unduh Surat Resmi Dirjen GTK tentang Penutupan Padamu Negeri

Surat Resmi Dirjen GTK tentang Penutupan Padamu NegeriMungkin dari para operator sekolah bertanya ” ini surat Asli atau Palsu ? “. Surat ini saya dapat dari status salah satu operator Dapodik Pusat Pa Yusuf Rokhmat. berikut screen shootnya.

padamu ditutup

Akhirnya pengeluaran belanja untuk biaya modem kartu XL axiata, Telkomsel, Simpati, IM3, AS serta TRI jadi berkurang….

Demikian Informasi mengenai ” Surat Resmi Dirjen GTK tentang Penutupan Padamu Negeri ” semoga bermanfaat

Petunjuk Teknis subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru Non PNS Jenjang Pendidikan Dasar

Petunjuk Teknis subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru Non PNS Jenjang Pendidikan Dasar- Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 14 dan Pasal 15 ayat 1, mengamanatkan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum. Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, dan penghasilan lainnya yang diberikan dengan prinsip penghargaan atas prestasi. Salah satu bentuk penghasilan lainnya adalah pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional (STF) bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS). Sasaran Program STF adalah guru bukan PNS yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, dan memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.

Pada tahun 2015, penyaluran subsidi tunjangan fungsional bagi guru bukan PNSjenjang SD/SDLBdan SMP/SMPLBdibayarkan melalui Direktorat P2TK Dikdas, yang dananya dialokasikan dalam DIPA tahun anggaran 2015.

Mekanisme yang digunakan untuk pelaksanaan pembayaran subsidi tunjangan fungsional tidak hanya dilakukan secara manual tetapi juga dengan sistem digital (dapodik). Pemberkasan dengan cara sistem digital dilakukan secara online melalui dapodik yang harus diisi dan diperbarui (updated) secara terus menerus oleh guru di sekolah masing-masing.

Unduh Petunjuk Teknis subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru Non PNS Jenjang Pendidikan Dasar di bawah ini

downlad dataDemikian artikel tentang ” Petunjuk Teknis subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru Non PNS Jenjang Pendidikan Dasar ” semoga bermanfaat

Pembelajaran Pakem : Pengertian, langkah, dan kelebihan pakem

Pengertian Pembelajaran PAKEM

Menurut Siswono (2004) PAKEM bertujuan menciptakan suatu lingkungan belajar yang lebih melengkapi peserta didik dengan keterampilan-keterampilan, pengetahuan dan sikap bagi kehidupannya kelak.

Pakem dalam arti suatu model pembelajaran adalah Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan. Dalam kegiatan pembelajaran dengan model Pakem siswa dapat belajar dengan menyenangkan. Model pembelajaran Pekem terdapat empat unsur di dalamnya antara lain :

Belajar merupakan suatu proses aktif dalam membangun makna/pemahaman dari informasi & pengalaman oleh si pembelajar.

 

Proses pembelajaran harus dapat menumbuhkan sikap kreatif pada diri anak. Anak dilahirkan memiliki rasa ingin tahu dan imajinasi.

Pembelajaran dilaksanakan memiliki tujuan yang harus dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut salah satu faktor yang menentukan adalah model pembelajaran yang digunakan. Pembelajaran yang efektif untuk pembelajaran yang dilaksanakan dapat menunjang kelanjutan pembelajaran berikutnya.

Situasi yang menyenangkan dalam pembelajaran dapat memotivasi siswa untuk memperhatikan pembelajaran, senang untuk belajar sehingga dapat meningkatkan pencapaian tujuan pembelajaran. Menyenangkan juga dapat memotivasi seseorang untuk mau belajar di luar bangku sekolah dengan kata lain senang belajar seumur hidup.

Penerapan PAKEM dalam Proses Pembelajaran

Secara garis besar, PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
  2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
  3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’.
  4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
  5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran PAKEM

  1. Kelebihan Model Pembelajaran PAKEM

 

Setiap model pembelajaran atau pendekatan yang digunakan dalam mengajar, tentunya mempunyai kebaikan-kebaikan tertentu. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh pendekatan PAKEM :

  1. Siswa selalu aktif
  2. Tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal.
  3. Kelas menjadi menyenangkan dan lebih kondusif
  4. Melatih siswa memiliki rasa tanggung jawab, berbagi rasa, saling menghormati dan menyayangi sesama manusia.
  1. Kelemahan Pendekatan PAKEM
    1. Tidak mudah merancang pembelajaran dengan perbedaan individu siswa.
    2. Tidak efektif digunakan pada jumlah siswa yang besar di kelas, karena sulit dikontrol dalam mengerjakan tugas dan mungkin tidak semua siswa berpartisifasi dengan aktif.
    3. Tugas terlalu banyak akan membuat anak bosan, apabila tak disertai dengan penilaian.
    4. Perlu kreatifitas guru dalam menciptakan beragam kegiatan yang dapat menyenangkan siswa, seperti memilih lagu dan merancang permainan.

Ingin jadi guru PNS ? wajib mengajar di pedalaman dulu

Mulai tahun depan pemerintah menerapkan sistem baru rektrutmen guru PNS. Bagi yang berminat menjadi guru PNS, wajib mengikuti program sarjana mengajar di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (SM3T) serta pendidikan asrama dahulu.

Dengan sistem itu, menjadi guru PNS hampir mirip dengan menjadi dokter. Karena sama-sama harus mengabdi di daerah terpencil dahulu. Seperti diketahui untuk menjadi dokter PNS, calon dokter harus mengikuti program pegawai tidak tetap (PTT) di daerah terpencil.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirdiktendik) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Supriadi Rustad mengatakan, pada prinsipnya sarjana guru yang ingin melamar menjadi PNS wajib lulus program pendidikan profesi guru (PPG).

Nah program PPG ini wujudnya adalah praktek mengajar di daerah pedalaman (SM3T) dan pendidikan di asrama.

Supriadi menuturkan selama ini untuk menjadi PNS guru tidak ada seleksi. “Yang ada seleksi CPNS baru. Bukan seleksi guru,” katanya di sela pembukaan pameran foto aktifitas guru SM3T di kantor Kemenristekdikti tadi malam.

Celakanya lagi ada orang yang memilih jadi guru, karena tidak diterima melamar kerja di mana-mana. Sehingga di lapangan banyak guru PNS yang bekerja tidak dengan kualifikasi sebagai seorang guru professional. Ujungnya proses pembelajaran tidak berjalan dengan baik.

Guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu mengatakan, calon guru PNS harus orang-orang hebat.

“Dengan digembleng dulu dalam program SM3T dan kemudian pendidikan diasramakan,” tandasnya. Program SM3T ditambah dengan pendidikan asrama ini dijalankan calon guru selama dua tahun.

Melalui cara ini, Supriadi mengatakan jebolan program PPG tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik atau keilmuan guru semata. Tetapi juga memiliki kompetensi kepribadian dan kepedulian sosial.

“Ketika sudah masa pendidikan asrama, juga bukan berarti enak-enakan saja,” katanya. Calon guru pada tahap ini dilatih disiplin waktu yang ketat.

Dengan sistem baru rekrutmen guru ini, maka pemerintah akan memetakan kebutuhan guru baru secara nasional. Kemudian Kemenristekdikti melalui kampus lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) membuka seleksi peserta PPG. Jumlah yang diterima PPG ini disesuaikan dengan kebutuhan nasional.

Sarjana pendidikan maupun sarjana non pendidikan, seperti lulusan politeknik, boleh mendaftar seleksi PPG. Khusus untuk sarjana program diploma IV dari politeknik, diproyeksikan menjadi guru produktif di SMK sesuai dengan bidangnya.

Menurut Supriadi sistem baru rekrutmen guru ini mendapat sambutan positif dari kepala daerah. Sejumlah kepala daerah yang ketempatan atau menjadi tuan rumah SM3T, membuka formasi PNS guru untuk alumni SM3T. Supriadi mengatakan meskipun program SM3T ini dijalankan oleh pemerintah pusat, status guru PNS tetap ada di pemerintah daerah setempat.

Menteri Ristekdikti Muhammad Nasir mendukung program baru rekrutmen CPNS guru. Dia mengatakan program SM3T benar-benar menggembleng calon guru. “Mereka tidak hanya menunggu siswa datang ke sekolah. Tetapi sampai menjemput siswa di rumah-rumah supaya mau ke sekolah,” ujar mantan rektor Universitas Diponegoro itu.

Mendikbud Anies Baswedan juga mengisyaratkan perlu ada reformasi rekrutmen guru. Menurutnya selama ini rekrutmen guru begitu longgar. Siapa saja bisa menjadi guru, tanpa ada seleksi kompetensinya. Ujungnya pemerintah kesulitan dalam proses pembinaan dan pengawasannya. Dia sepakat jika rekrutmen guru diperketat dengan mendapatkan guru-guru yang berkualitas (sumber:JPNN)

Profil Administrator

Profil Administrator – Salam Edukasi, mungkin ada yang bertanya-tanya mengenai Siapa sich administrator dan Owner rumahbelajar.web.id ?Apa pekerjaannya ? Tinggal dimana ?

Mungkin tidak salahnya kalau saya memperkenalkan diri dengan tujuan supaya tenar atau populer seperti blog ini #kepedean….hehee. Pepatah mengatakan ” Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta “.

Ya udah, dari pada panjang lebar mending saya berikan biodata pribadi saya sebagai owner sekaligus administrator blog sederhana ini.

admin rumahbelajar

Nama                        : SAHRUDIN

Tempat/Tanggal lahir  : Kandangan, 18 Maret 1987

Pekerjaan                  : Guru Sekolah Dasar

Unit Kerja                   : SDN Tambak Sirang Baru Kec. Gambut

Hobby                       :  Nongkrong d muka Laptop, Makan, Minum, Tidur, dsb.

Facebook                    : https://www.facebook.com/sahrudin

Email                          :  Sahroedien@gmail.com

PIN BBM                      : Belum Punya Gan, maklum guru gaptek

No. Handphone             : 08215121xxxx

 

PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH

1.  Juara 1 Lomba Desain Media Pembelajaran Tingkat SD pada kegiatan Gebyar TIK Tahun 2012 BTIKP Propinsi Kalimantan Selatan

JUARA Gebyar TIK 2012

2. Juara Harapan 3 Lomba Desain Website Sekolah pada kegiatan Gebyar TIK Tahun 2012 BTIKP Propinsi Kalimantan Selatan

3. Juara Harapan 3 Lomba Blog Guru  pada kegiatan Gebyar TIK Tahun 2014 BTIKP Propinsi Kalimantan Selatan

Lomba Blog guru BTIKP Kalsel

 

Cuma segitu aja ya, mungkin lain kali ditambah lagi. Yang kepengen berteman via facebook silakan di add ya !!. Insya Allah secepat kilat akan saya konfirmasi.

TV Edukasi

TV Edukasi – Stasiun televisi ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia adalah Bapak Abdul Malik Fadjar sejak pada tanggal 12 Oktober 2004 yang berada dari Studio TV Edukasi di Jakarta untuk meresmikan oleh penandatangani batu prasasti sebagai tanda mengudara TV Edukasi dan memiliki afiliasi dengan stasiun televisi pendidikan di seluruh Indonesia. TV Edukasi dimiliki oleh Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Siaran TV Edukasi direlai oleh TVRI setiap hari Senin sampai dengan Jumat siang sampai dengan sore ini sejak sekitar pukul 13:00 sampai dengan 15:00 WIB. TV Edukasi mempunyai dua channel yaitu channel 1 dan channel 2.

Tujuan didirikannya TV Edukasi ialah memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas untuk menunjang tujuan pendidikan nasional. Sasaran TV Edukasi adalah peserta didik dari semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, praktisi pendidikan, dan masyarakat. (sumber: wikipedia)

Ayo Nonton TV Edukasi di bawah ini :

Inilah caranya untuk mengikuti E-PUPNS Tahun 2015

Inilah caranya untuk mengikuti E-PUPNS Tahun 2015Salam edukasi, berikut ini akan kami berikan informasi tentang caranya untuk mengikuti E-PUPNS Tahun 2015 .

Registrasi PUPNS 2015 dapat dilakukan dengan menggunakan web browser pada smartphone, tablet, komputer ataupun laptop, dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Klik tombol Register pada portal PUPNS, kemudian klik tombol Daftar dan lengkapi isian pendaftaran. Cetak Nomor bukti pendaftaran (registrasi)
  2. Cek status persetujuan pendaftaran dari Biro/Badan Kepegawaian masing-masing instansi dengan klik tombol Cek Status
  3. Login (klik tombol Masuk) kedalam sistem PUPNS jika pendaftaran sudah disetujui, gunakan nomor registrasi dari sistem dan kata kunci (password) yang telah dibuat pada waktu proses pendaftaran.
  4. Centang data yang telah sesuai dan perbaiki data yang belum sesuai, serta lengkapi data riwayat. Klik tombol Simpan untuk menyimpan data. Pastikan data sudah di cek seluruhnya, jika sudah yakin, cetak data dengan tombol Cetak, lalu kirim data secara elektronik untuk proses verifikasi dengan tombol Kirim.

dan perlu diperhatikan !! Siapkan data dan dokumen untuk mempermudah pendataan ini

“Lampirkan dokumen yang sah sebagai bukti pendukung dan persyaratan untuk data yang diusulkan diperbaiki”

Alur  untuk mengikuti E-PUPNS Tahun 2015

desain e- pupns

desain pupns

Demikian informasi tentang ” Inilah caranya untuk mengikuti E-PUPNS Tahun 2015  ” semoga bermanfaat

Sertifikasi Guru : Pemberian Tunjangan Profesi Guru sesuai prestasi Kerja

Sertifikasi Guru : Pemberian Tunjangan Profesi Guru sesuai prestasi Kerja – Salam edukasi, terima kasih kepada pembaca ” Rumah Belajar ” yang selalu setia membaca artikel dan informasi pendidik di blog sederhana kami ini. Pada beberapa hari ini gencar terdengar info aturan baru tentang pemberian tunjangan profesi guru (TPG) atau yang lebih familiar disebut sertifikasi guru akan diberikan sesuai kinerja dan prestasi kerja guru.

Menurut Informasi yang kami kutip dari JPNN.com pemberian tunjangan profesi guru (TPG) yang pengukurannya belum dilakukan secara benar, akan diubah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pasalnya, di lapangan Tunjangan Profesi Guru masih diberikan merata, yaitu sebesar satu kali gaji tanpa mengukur profesionalitas tenaga pendidiknya.

Padahal dalam Undang Undang Nomor 15 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pemberian TPG atau Tunjangan sertifikasi guru harus sesuai pencapaian kinerja dan prestasi guru.

“Ada yang salah dalam penyaluran TPG. Hal ini, rencananya pemerintah sedang menyusun ulang skema pemberian TPG,” kata Plh Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Tagor Alamasyah, Kamis (25/6).

Tagor mengatakan bahwa, tunjangan yang sejak 2005 diberikan merata akan dihitung secara profesional dengan memperhitungkan prestasi dan kinerja yang telah dicapai oleh guru. Instrumen pencapaian guru profesional ini bisa dilihat dari jumlah guru, pembinaan karir, penghargaan serta perlindungan yang diberikan.

“Selama ini UU belum dijalankan dengan benar, karena infrastruktur belum memadai. Sekarang kami siapkan paralel, infrastruktur dan mekanisme pemberian tunjangannya,” ucapnya.

Dijelaskan Tagor, jumlah ideal guru dapat dihitung dengan beban kerja 24 jam per minggu dan linieritas dengan sertifikasi. Untuk pembinaan karir, guru harus memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan jenjang karir.

“Sebagai penghargaan dan perlindungan, guru akan mendapatkan tunjangan profesi, maslahat tambahan, dan perlindungan hukum,” terangnya (sumber : JPNN)

Alhamdulillah Gaji 13 Tahun ini, Gaji pokok ditambah tunjangan

Alhamdulillah Gaji 13 Tahun ini, Gaji pokok ditambah tunjangan – Salam edukasi, Gaji Bulan ke-13 tahun ini berbeda dengan tahun-tahun terdahulu. Pada tahun ini seperti yang kami kutip pada situs JPP.com bahwa yang akan diterima PNS bukan hanya Gaji pokok seperti tahun-tahun sebelumnya, namun Tahun 2015 ini, gaji bulan ke 13 ini akan ditambah dengan tunjangan. Berikut informasinya

Para PNS, TNI/Polri, dan pejabat negara bulan depan bakal tajir. Pasalnya, untuk pembayaran gaji ke-13 tahun ini tidak hanya meliputi gaji pokok saja, tapi juga berbagai tunjangan.

Menurut Karo Hukum, Komunikasi Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman, dalam Bab II Pasal 3 Ayat 1 Peraturan Menkeu RI No 117/PMK.05/2015 tentang Juknis Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan ke-13 dalam tahun anggaran 2015 kepada PNS, Polri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan tertanggal 22 Juni 2015, menyebutkan, besarnya tunjangan ke-13 sebesar penghasilan bulan Juni 2015.

Pada ayat dua disebutkan lagi, penghasilan PNS, TNI/Polri, dan pejabat negara meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/tunjangan umum, dan tunjangan kinerja.

“Di dalam Pasal 3 ayat 2 disebutkan komponen penghasilan PNS, TNI/Polri, dan Pejabat Negara, tidak hanya gaji pokok saja, tapi sudah masuk dengan berbagai tunjangan termasuk tunjangan kinerja. Tahun ini sangat berbeda karena tahun-tahun sebelumnya hanya gaji pokok saja,” terang Herman kepada JPNN, Kamis (25/6).

Dengan masuknya berbagai tunjangan dalam komponen pembayaran gaji ke-13, itu berarti seorang PNS golongan II bisa mendapatkan gaji baru plus gaji ke-13 sekitar Rp 5 sampai 9 juta di bulan depan (sumber : JPNN.com)

Inilah Daftar 89 Siswa ikut program belajar bersama maestro

Inilah Daftar 89 Siswa ikut program belajar bersama maestro – Sebanyak 89 siswa tingkat SMA/SMK se Indonesia mengikuti program Belajar Bersama Maestro (BBM) yang digagas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ke-89 siswa tersebut akan disebar ke 10 orang maestro bidang seni yang ada di empat kota yakni Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Jakarta.

Kesepuluh maestro tersebut merupakan ahli di bidang seni tari, teater, musik, film, seni lukis, dan juga patung. Mereka adalah I Nyoman Nuarta (seni patung), Tan De Seng (Musik/gitar, kecapi, suling), Sam Udjo (musik/angklung), Irawati Durban (tari), Supadminingtyas (sinden), Nasirun (lukis), Didik Nini Towok (tari), Aditya Gumay (teater), Purwacaraka (komposer), hingga gilang ramadhan (musisi).

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan menuturkan, ke-84 siswa tersebut merupakan hasil seleksi dari total 274 siswa yang mendaftar sebelumnya secara online. Seleksi berlangsung sejak tanggal 21 Mei hingga 21 Juni 2015

“Target kami sebenarnya ada sekitar 100 siswa yang akan terjaring untuk mengikuti program ini. Namun sebagian besar terkendala dalam tidak melampirkan cv (curriculum vitae-red) mereka berupa hasil karya, dan lainnya,” ucapnya seusai acara pelepasan peserta Belajar Bersama Maestro (BBM) angkatan pertama, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Kedepan, program ini akan terus berkelanjutan dan digelar setiap musim libur sekolah ( sumber : Pikiran Rakyat )

Silakan unduh Daftar 89 Siswa ikut program belajar bersama maestro di bawah ini :

download-4

Demikian informasi tentang ” Inilah Daftar 89 Siswa ikut program belajar bersama maestro

Permainan Pramuka The Punture Pipe (Pipa Bocor) dan Memindahkan Bendera

Permainan Pramuka The Punture Pipe (Pipa Bocor) dan Memindahkan Bendera – Salam Pramuka, kami ucapkan terima kasih kepada pembaca setia ” RUMAH BELAJAR ” yang selalu menyempatkan berkunjung dan membaca tulisan sederhana ini. dikesempatan ini akan kami berikan informasi tentang 2 permainan dalam pramuka yaitu Permainan Pramuka The Punture Pipe (Pipa Bocor) dan Memindahkan Bendera.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah, pada pasal 1 ayat 1 berbunyi Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai nilai kepramukaan.

Selain itu pada pasal 6 berbunyi Pola Kegiatan Pendidikan Kepramukaan diwujudkan dalam bentuk upacara dan keterampilan Kepramukaan dengan menggunakan berbagai metode dan teknik.

Permainan kepramukaan adalah salah satu metode dan teknik dalam melatih siswa dalam membentuk kepribadian, kecakapan hidup dan akhlak mulia. Pada permainan kepramukaan banyak sekali unsur yang dapat kita peroleh seperti kerjasama, musyawarah, dan ketangkasan.

Berikut ini kami ada 2 permainan yang akan kami berikan tata cara pelaksanaannya yaitu Permainan Pramuka The Punture Pipe (Pipa Bocor) dan Memindahkan Bendera.



 

The Punture Pipe (Pipa Bocor)

Sasaran :
Kesetiakawanan sosial
Kerjasama
Kecepatan bergerak
Mematuhi perintah
Pemecahan masalah

Breafing :
– Pasukan/regu saudara dihadapkan suatu masalah, karena anda harus mengambil sebuah mustika,tetapi mustika tersebut berada di dalam sebuag tabung, dan saudara harus dapat mengeluarkan mustika tersebut.
– Saudara dibantu dengan air yang sangat terbatas, untuk mengeluarkan mustika tersebut dari dalam tabung.
– Tetapi masalahnya pipa tersebut penuh dengan lubang-lubang,oleh karena itu tim saudara kalau mau sukses harus diatur sedemikian rupa sehingga bisa menutup semua lubang.
– Sekarang tim saudara diberi kesempatan untuk mendiskusikan jalan terbaik agar team anda mendapatkan mustika yang ada dalam pipa tersebut.

Debrief :
– Apa yang saudara rasakan setelah melakukan permainan ini.
– Apakah anda harus basah untuk melakukan permainan ini?
– Bagaimana caranya supaya air yang disediakan cukup buat team anda?
– Manfaat apa yang saudara peroleh dalam permainan ini.
– Apa yang dapat saudara kembangkan (modifikasi) dari permainan ini.

 



 

Memindahkan Bendera

Sasaran :
Team Work
Terbentuknya rasa senasib seperjuangan
Pemecahan masalah
Komitmen terhadap aturan yang ditetapkan

Breafing :
– Team saudara terjebak dalam suatu masalah besar karena team saudaratidak bisa lewat, kalau team anda tidak dapat membuka kunci pintu dengan cara memindahkan bendera.
– Untuk pekerjaan tersebut saudara disediakan satu tiang (bambu/ kayu) bendera dan satu tongkat dari bambu.
– Team saudara dipersilahkan mengangkat bendera dan mendirikannya di atas bambu seterusnya memasukkannya ke dalam lobang kunci.
– Sekarang team anda diberi kesempatan untuk mendiskusikan jalan terbaik agar tidak terkena diskualifikasi.

Debrief :
– Apa yang saudara rasakan setelah melakukan permainan ini.
– Kesulitan apa yang terjadi dengan team anda.
– Coba saudara diskusikan manfaat apa yang saudara peroleh dalam permainan ini.
– Apa yang dapat saudara kembangkan (modifikasi) dari permainan ini.
(sumber : Pusdiklatnas)

 

Demikian artikel tentang ” Permainan Pramuka The Punture Pipe (Pipa Bocor) dan Memindahkan Bendera “. Selamat mencoba ya !!!

Salam Pramuka !

Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)

Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) – Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan pembaharuan dalam pembelajaran matematika di Indonesia dengan menggunakan prinsif-prinsif dalam Realistic Mathematics Education (RME) yang dikembangkan oleh instintut Freudental (Hadi, 2005 : 7)

Instintut ini didirikan pada tahun 1971, berada di bawah Utrecht Universty, Belanda. Nama Instintut ini diambil dari nama pendirinya, yaitu Profesor Hans Freudenthal(1905-1990), seoarang penulis, pendidik dan matematikawan berkebangsaan Jerman-Belanda (Hadi, 2005 : 7).

Ilustrasi Pembelajaran
Ilustrasi Pembelajaran

Sejak tahun 1971, Instintut Freudenthal mengembangkan suatu pendekatan teoritis terhadap pembelajaran matematika yang dikenal dengan Mathematics Education(RME). RME mengabungkan pandangan tentang apa itu matematika, bagaimana siswa belajar matematika, dan bagaimana matematika harus diajarkan. Freudenthal berpendapat bahwa matematika merupakan aktivitas insane(mathematics as human activity). Freudenthal berkeyakinan bahwa siswa tidak boleh dipandang sebagai penerima pasif matematika yang sudah jadi passive receivers of ready- made mathematics). Menurutnya pendidikan harus mengarahkan siswa kepada penggunaan berbagai situasi dan kesempatan untuk menemukan kembali matematika dengan cara mereka sendiri. Banyak soal yang dapat diangkat dari berbagai situasi(konteks), yang dirasakan bermakna sehingga menjadi sumber belajar. Konsep matematika muncul dari proses matematisasi, yaitu dimulai dari penyelesaian yang terkait dengan konteks (context-link solution), siswa secara perlahan mengembangkan alat pemahaman matematika ketingkat yang lebih formal. Model-model yang muncul dari aktivitas matematika siswa dapat mendorong terjadinya interaksi dikelas, sehingga mengarah pada level berpikir yang lebih tinggi (Hadi, 2005 : 8)

Teori PMRI sejalan dengan teori belajar yang berkembang saat ini, seperti kontruktivisme dan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning, disingkat CTL). Namun, baik pendekatan konstruktivisme maupun CTL mewakili teori belajar secara umum. PMRI merupakan suatu teori pembelajaran yang dikembangkan khusus untuk matematika. Selanjutnya juga diakui bahwa konsep pendidikan matematika realistik se jalan dengan kebutuhan untuk memperbaiki pendidikan matematika di Indonesia yang didominasi oleh persoalan bagaimana meningkatkan pemahaman siswa tentang matematika dan mengembangkan daya nalar (Hadi, 2004).

Perkembangan Kognitif anak sekolah berada dalam taraf berfikir intuitif dan konkret operasional. Kemampuan berpikir formal dengan menggunakan gagasan-gagasan abstrak baru tercapai pada akhir masa sekolah dasar (Surya.2003 : 8.25).

Pengembangan dan perbaikan sistem pembelajaran matematika sudah diupayakan oleh pemerintah dengan menerapkan kurikulum KTSP, dengan harapan, pembelajaran matematika lebih bermakna bagi siswa dan dapat memberikan bekal kompetesi memadai.

 

Penerapan model pembelajaran konstruktif dapat menuntun siswa lebih mengembangkan diri, sehingga banyak pertanyaan yang dapat dijawab. Pendekatan belajar secara konstektual akan menyadarkan siswa bahwa matematika bersifat abstrak, tetapi berguna didunia nyata, sedangkan realistik akan memberi dasar belajar matematika dengan benda-benda konkret sehingga matematika dapat dipelajari sambail bermain.    Paradigma baru pendidikan lebih menekankan pada peserta didik sebagaimana manusia yang memiliki potensi untuk belajar dan berkembang. Dalam PMRI siswa tidak dapat dipandang sebagai botol kosong yang harus diisi dengan air. Siswa harus aktif dalam pencarian dan pengembangan pengetahuan. Berdasarkann pemikiran tersebut PMRI mempunyai konsepsi tentang siswa sebagai berikut :

  1. Siswa memiliki seperangkat konsep altrenatif tentang ide-ide matematika yang mempengaruhi belajar selanjutnya.
  2. Siswa memperoleh pengetahuan baru dengan membentuk pengetahuan untuk dirinya sendiri.
  3. Pembentukan pengetahuan merupakan proses perubahan yang meliputi penambahan, kreasi, modifikasi, penghalusan, penyusunan kembali dan penolakan
  4. Pengetahuan baru yang dibangun oleh siswa untuk dirinya sendiri berasal dari seperangkat ragam pengalaman.
  5. Setiap siswa tanpa memandang ras, budaya dan jenis kelamin mampu memahami dan mengerakan matematika. (Hadi, 2005 : 38)

Koene Gravemeijer menjelaskan dalam buku “Developing Realistic Mathemmatics Education.” tentang karateristik PMRI antara lain :

  • Penggunaan konteks nyata (real context) untuk di eksplorasi.

Gambar berikut menujukkan proses matematisasi berupa siklus di mana “dunia nyata” tidak hanya sebagai sumber matematisasi, tetapi juga sebagai tempat untuk mengaplikasikan kembali matematika.

                            konsep matematika

                       Abstraksi dan Formalisasi (Wardhani, 2004 : 4)

Dalam PMRI pembelajaran diawali dengan masalah kontekstual “dunia nyata”, sehingga memungkinkan mereka menggunakan pengalaman sebelumnya secara langsung. Proses inti dari konsep yang sesuai dari situasi nyata sebagai matematisasi konseptual.

  • Penggunaan Instrumen vertical (model, skema, diagram, simbol)

Digunakannya instrument vertical seperti model-model, skema-skema, diagram-diagram, simbol-simbol dan sebagainya untuk menjadi jembatan antara level pemahaman yang lain.

  • Penggunaan hasil pekerjaan siswa dan kontruksi

Digunakan proses yang konstruktif dalam pembelajaran dimana siswa mengontruksi sendiri proses penyelesaian soal dan siswa terdorong untuk melakukan refleksi pada bagian yang mereka anggap penting dalam proses belajar.

  • Interaktivitas

Interaksi antara siswa dengan guru merupakan hal yang mendasar dalam PMRI.

  • Keterkaitan

Dalam PMRI pengintegrasian unit-unit matematika adalah esensial. Jika dalam pembelajaran kita mengabaikan keterkaitan dengan bidang yang lain, maka akan berpengaruh pada pemecahan masalah.

Menurut De Lange, pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI meliputi aspek-aspek berikut. (Hadi, 2005: 37) :

  1. Memulai pelajaran dengan mengajukan masalah (soal) yang “riil” bagi siswa sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya sehingga siswa segera terlibat dalam pembelajaran secara bermakna.
  2. Permasalahan yang diberikan tentu harus diarahkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pelajaran tersebut.
  3. Siswa mengembangkan atau menciptakan model-model simbolik secara informal terdapat persoalan/ masalah yang diajukan.
  4. Pengajaran berlangsung secara interaktif siswa menjelaskan dan memberikan alasan terhadap jawaban yang diberikannya, memahami jawaban temannya (siswa lain), setuju terhadap jawaban temannya, menyatakan ketidaksetujuan, mencari alternatif penyelesaian yang lain dan melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap hasil pelajaran.

Sumber :

Hadi, Sutarto. (2005). Pendidikan Matematika Realistik Dan Implementasinya. Banjarmasin : Tulip.

Surya, Muhamad, dkk. (2003). Kapita Selekta kependidikan SD. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Wardhani Sri. (2004). Pembelajaran Matematika Kontekstual Di SMP . Jogyakarta : Widyaiswara PPPG Matematika

 

Model Pembelajaran kooperatif Learning

Model Pembelajaran kooperatif Learning – Salam edukasi, berikut ini kami berikan artikel tentang Model Pembelajaran kooperatif Learning  yang mungkin bermanfaat bagi anda guru/pendidik maupun mahasiswa di jurusan kependidikan. Model Pembelajaran kooperatif Learning  adalah salah satu model yang banyak digunakan di sekolah sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa yang menurun.

Cooperative Learning merupakan suatu model pembelajaran dengan menggunakan kelompok kecil, bekerja sama. Keberhasilan dari model ini sangat tergantung pada kemampuan aktivitas anggota kelompok, baik secara individual maupun dalam bentuk kelompok. Cooperative Learning tidak sama dengan belajar kelompok, atau kelompok kerja, tapi memiliki struktur dorongan dan tugas yang bersifat cooperative, sehingga terjadi interaksi secara terbuka dan hubungan interdependensi yang efektif. Cooperative Learning ini sangat menyentuh hakekat manusia sebagai makhluk sosial, yang selalu berinteraksi, saling membantu kearah yang makin baik secara bersama “ getting better together “. Dalam proses belajar disini betul-betul diutamakan saling membantu diantara anggota kelompok (Buchari, 2009:81).

Tujuan penting lain dari pembelajaran kooperatif adalah untuk rnengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung sama lain dan di mana masyarakat secara budaya semakin beragam. Sementara itu, banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial. Situasi ini dibuktikan dengan begitu sering pertikaian kecil antara individu dapat mengakibatkan tindak kekerasan atau betapa sering orang menyatakan ketidakpuasan pada saat diminta untuk bekerja dalarn situasi kooperatif

(Dzaki, 2009).

Menurut Anita Lie (2000 : 31) Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka lima unsur pembelajaran gotong royong harus diterapkan :

  1. Saling ketergantungan positif
  2. Tanggung jawab perseorangan
  3. Tatap muka
  4. Komunikasi antar anggota
  5. Evaluasi proses kelompok

Menurut Slavin dalam Solihatin (2007 : 4) berpendapat bahwa Cooperative Learning Adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang, dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen.

Strategi pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran kelompok yang akhir-akhir ini menjadi perhatian dan dianjurkan para ahli pendidikan untuk digunakan. Menurut Slavin (dalam Suriansyah dkk, 2009 : 318) mengemukakan dua alasan, pertama, beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain, serta dapat meningkatkan harga diri. Kedua, pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar berfikir, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan.

Dari dua alasan tersebut, maka pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki sistem pembelajaran yang selama ini memiliki kelemahan.

 

Sumber :

Anita Lie . 2007 . Cooperative Learning. Jakarta : Grasindo.

Dzaki, M.F . 2009 . Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif (online) (http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/langkah-langkah-model-pembelajaran.html)

Solihatin, E . 2007 . Cooperative Learning : Analisis Model Pembelajaran IPS, Jakarta : Bumi Aksara

Suriansyah, A, Aslamiah, dan Sulaiman. 2009 . Strategi Pembelajaran Banjarmasin : Universitas Lambung mangkurat

 

Demikian artikel  ” Model Pembelajaran kooperatif Learning  ” semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian

 

Incoming Search :

cooperative learning adalah, cooperative learning pdf, cooperative learning method, cooperative learning slavin,, cooperative learning tipe jigsaw, cooperative learning teori dan aplikasi paikem, cooperative learning ppt, cooperative learning articles journals, cooperative learning anita lie pdf, cooperative learning approach pdf, cooperative learning and second language teaching, cooperative learning book pdf, cooperative learning by slavin pdf, cooperative learning by johnson and Johnson, kooperatif learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe stad, kooperatif learning tipe jigsaw, kooperatif learning tipe stad, kooperatif learning pdf, kooperatif learning tipe nht, kooperatif learning tipe tgt, kooperatif learning ppt, kooperatif learning together, kooperatif learning menurut para ahli, kooperatif learning together adalah, kooperatif learning stad, kooperatif learning adalah, kooperatif learning anita lie, cooperative learning activities, cooperative learning approach, cooperative learning adalah, cooperative learning articles, cooperative learning activity, cooperative learning activities for elementary students, cooperative learning advantages and disadvantages, cooperative learning advantages, kooperatif learning bahasa indonesia, cooperative learning benefits, cooperative learning books, cooperative learning book, cooperative learning by spencer kagan, cooperative learning by kagan, cooperative learning by johnson and johnson, cooperative learning by robert slavin, cooperative learning book pdf, cooperative learning books free, cooperative learning classroom, cooperative learning classroom activities, cooperative learning center, cooperative learning characteristics, cooperative learning components, cooperative learning classroom research, cooperative learning conclusion, cooperative learning concept

 

Alhamdulillah, Padamu Negeri akan segera berintegrasi dengan program dapodik

Alhamdulillah, Padamu Negeri akan segera berintegrasi dengan program dapodik – Salam Edukasi, di pagi yang cerah ini kami akan memberikan informasi terbaru dan terhangat tentang Padamu Negeri dan Dapodik yang rencananya akan diintegrasikan. Adapun infomasi yang kami kutip dari Facebook PADAMU NEGERI KEMDIKBUD.

Padamu negeri segera berintegrasi dengan dapodik

Penghapusan Padamu Negeri mungkin menjadi berita yang ditunggu-tunggu  para operator sekolah saat ini, karena dengan adanya beban kerja yang cukup banyak, sangat merepotkan dan melelahkan para OPS. Berikut ini kutipan informasinya

SINKRONISASI DAPODIK di KEMDIKBUD

Pengguna Yth.

Kami sampaikan informasi sesuai kebijakan Ditjen GTK Kemdikbud dalam bulan Juni – Juli 2015 dijadwalkan proses sinkronisasi Padamu Negeri dengan program DAPODIK Kemdikbud.

Diharapkan hasil dari proses sinkronisasi ini terwujud integrasi sepenuhnya sistem Padamu Negeri dalam program DAPODIK khususnya naungan Kemdikbud.

Adapun agenda periode semester 1 TP. 2015/2016 dilingkungan Kemdikbud akan dilaksanakan bilamana proses sinkronisasi dimaksud telah dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Demikian yang dapat kami informasikan, semoga banyak memberi manfaat.

Salam Padamu Negeri Indonesiaku,
Admin Pusat
Ditjen GTK Kemdikbud

Adapun hal senada juga diungkapkan salah satu TIM Dapodik Pusat Yusuf Rokhmat, yang dalam statusnya mengatakan ” RIP Padamu Negeri ”

penggabungan padamu negeri yusuf

Demikian Informasi tentang ” Alhamdulillah, Padamu Negeri akan segera berintegrasi dengan program dapodik ” apabila informasi ini bermanfaat silakan like dan share. Selamat menjalankan Ibadah Puasa

Kemendikbud Buat Program Keberpihakan untuk Tuntaskan Masalah Kualifikasi Minimal Guru

Jakarta, Kemendikbud — Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata mengatakan, pemerintah membuat program keberpihakan untuk menuntaskan persoalan kualifikasi akademik guru yang belum menempuh pendidikan minimal S-1 atau D-IV. Program tersebut, salah satunya ditujukan kepada 11 ribu guru di Maluku yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Pranata menyebut, tuntutan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang seluruhnya harus sudah berkualifikasi S-1 atau D-IV, sebenarnya sudah hampir selesai. Pencapaian itu didukung dengan inisiatif pemerintah melalui Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB) yang mengatur agar guru tidak perlu mengambil seluruh SKS yang dipersyaratkan untuk lulus dalam jenjang pendidikan tersebut.

“Guru tidak usah mengambil seluruh SKS. Dengan PPKHB ini, guru hanya perlu mengambil sepertiganya saja,” kata Pranata di Jakarta, Jumat (19/6/2015).

Kebijakan lain yang dilakukan untuk mendukung peningkatan kualifikasi guru adalah dengan memberikan bantuan yang setiap tahun ditujukan bagi 80 hingga 100 ribu guru. “Ini untuk membantu mereka sekolah. Jadi selain sistem yang diperbaiki, bantuan dana juga dilakukan,” tambahnya.

Pranata juga menuturkan, tahun ini Kementerian menyediakan anggaran bantuan kualifikasi untuk 70 ribu guru, tetapi sayangnya tidak seluruhnya terserap. “Hanya 30 ribu saja yang terserap. Karena sebagian masih sekolah, sebagian lagi sudah selesai,” katanya (sumber : Kemdikbud )