Model Pembelajaran Cooperative Learning

RUMAH BELAJAR –Cooperative Learning merupakan suatu model pembelajaran dengan menggunakan kelompok kecil, bekerja sama. Keberhasilan dari model ini sangat tergantung pada kemampuan aktivitas anggota kelompok, baik secara individual maupun dalam bentuk kelompok. Cooperative Learning tidak sama dengan belajar kelompok, atau kelompok kerja, tapi memiliki struktur dorongan dan tugas yang bersifat cooperative, sehingga terjadi interaksi secara terbuka dan hubungan interdependensi yang efektif. Cooperative Learning ini sangat menyentuh hakekat manusia sebagai makhluk sosial, yang selalu berinteraksi, saling membantu kearah yang makin baik secara bersama “ getting better together “. Dalam proses belajar disini betul-betul diutamakan saling membantu diantara anggota kelompok (Buchari, 2009:81).

Tujuan penting lain dari pembelajaran kooperatif adalah untuk rnengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung sama lain dan di mana masyarakat secara budaya semakin beragam. Sementara itu, banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial. Situasi ini dibuktikan dengan begitu sering pertikaian kecil antara individu dapat mengakibatkan tindak kekerasan atau betapa sering orang menyatakan ketidakpuasan pada saat diminta untuk bekerja dalarn situasi kooperatif

(Dzaki, 2009).

Menurut Anita Lie (2000 : 31) Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka lima unsur pembelajaran gotong royong harus diterapkan :

  1. Saling ketergantungan positif
  2. Tanggung jawab perseorangan
  3. Tatap muka
  4. Komunikasi antar anggota
  5. Evaluasi proses kelompok

Menurut Slavin dalam Solihatin (2007 : 4) berpendapat bahwa Cooperative Learning Adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang, dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen.

Strategi pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran kelompok yang akhir-akhir ini menjadi perhatian dan dianjurkan para ahli pendidikan untuk digunakan.

Menurut Slavin (dalam Suriansyah dkk, 2009 : 318) mengemukakan dua alasan, pertama, beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain, serta dapat meningkatkan harga diri. Kedua, pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar berfikir, memecahkan masalah, dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan.

Dari dua alasan tersebut, maka pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki sistem pembelajaran yang selama ini memiliki kelemahan.

Sumber :

Anita Lie, 2007. Cooperative Learning. Jakarta : Grasindo.

Alma, Buchari .2008. Guru Profesional : Menguasai Metode dan Terampil Mengajar. Bandung : Alfabeta

Solihatin, Etin, 2007. Cooperative Learning : Analisis Model Pembelajaran IPS, Jakarta : Bumi Aksara