Miris, Murid Ini Harus Berjalan Kaki 10 Km Karena Sekolahnya Ditutup

Potret pendidikan di Mesuji, Provinsi Lampung bikin miris. Keriuhan dan senyum murid-murid di SD Morodewe, Moro-Moro, Register 45 tak bisa lagi disaksikan.

Mulai pekan depan, 111 murid kelas satu sampai lima tidak lagi melakukan kegiatan belajar-mengajar (KBM) maupun filial (kelas jauh) di sana.

Pihak sekolah maupun wali murid menyerah untuk memperjuangkan eksistensi SD itu.

Pasalnya, tak ada kejelasan dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Pemkab Mesuji untuk mempertahankan keberlangsungan sekolah dimaksud.

Karena itu, melalui musyawarah, akhirnya dipilih opsi untuk melakukan pemindahan massal para siswa ke SD Negeri (SDN) 4 Indraloka, Tulangbawang.

Meski konsekuensinya, para orang tua harus mengantar-jemput anaknya dengan jarak sekitar 10 kilometer (km).

Humas Persatuan Petani Moro-Moro Wayserdang (PPMWS) Rico Andreas mengatakan, sebenarnya ada dua opsi sekolah. Satu lagi adalah SDN 2 Bukoposo.

Namun dengan pertimbangan jarak, pilihan jatuh pada SDN 4 Indraloka.

Sebentar lagi mau ujian semester, maka kami memilih SDN 4 Indraloka. Meski jauh dan dengan medan yang berbahaya,” kata Rico.

Rico menyesalkan kejadian ini. Sebab, hal itu merupakan presiden buruk bagi dunia pendidikan Lampung.

Terlebih, masalah tersebut mendapat perhatian tak hanya media lokal maupun nasional. Tetapi sampai internasional.

Buktinya, Rabu (20/5) lalu, dia dihubungi Radio SBS Australia untuk wawancara via telepon.

Wawancara dilakukan dalam rangka peringatan Hari Keanekaragaman Budaya terhadap Dialog dan Pembangunan Sedunia 2015. (sumber : JPNN)

Tags: