Mendengarkan Cerita Rakyat ” Batu Menangis “

Dengarkanlah cerita rakyat yang akan dibacakan oleh guru atau temanmu di bawah ini!

Batu Menangis

Di sebuah bukit yang jauh dari desa, tinggallah seorang janda miskin dan anak gadisnya. Anak gadisnya itu amat pemalas. Ia tidak mau membantu ibunya mencari nafkah. Kerjanya setiap hari hanya berdandan, berdandan dan berdandan saja. Ia suka menuntut kepada ibunya. Setiap kali ia meminta sesuatu, ibunya harus mengabulkannya.

Pada suatu hari mereka turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar di desa itu amat jauh sehingga mereka harus berjalan kaki. Ibunya berjalan di belakang sambil membawa keranjang. Sedangkan anak gadisnya berlenggang di depan. Ibunya berpakaian amat sederhana. Sebaliknya, anak gadisnya berpakaian mewah. Mereka hidup terpencil. Tidak seorang pun mengetahui bahwa mereka adalah ibu dan anak.

cerita rakyat batu menangis

Ketika memasuki desa, mereka bertemu dengan penduduk yang lain. Di antara orang-orang tersebut ada seseorang yang bertanya kepada si gadis, katanya, “Manis, apakah yang di belakangmu itu ibumu?”

“Bukan!” jawab si gadis dengan angkuhnya. “Ia adalah pembantu

saya.“Manis, apakah yang berjalan di belakangmu itu ibumu?” tanya orang

kedua yang berjumpa dengannya.“Bukan, bukan!” jawab si gadis. “Ia adalah budak saya.” Begitulah jawaban si gadis setiap kali ditanya penduduk desa yang berjumpa dengannya. Sang Ibu diperlakukan sebagai budaknya. Mendengar jawaban putrinya yang durhaka itu, pada awalnya si ibu masih dapat menahan diri. Setelah berulang kali mendengar jawaban yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu tak bisa menahan diri.

Si ibu berdoa kepada Tuhan, “Ya, Tuhan, hukumlah anak durhaka ini. Ya hukumlah dia … .“ Doa sang Ibu didengarkan Tuhan. Perlahan-lahan tubuh gadis yang durhaka itu berubah menjadi batu. Ketika setengah badan telah menjadi batu yang dimulai dari kaki, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya. “Ibu, Ibu, ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan saya selama ini!”

Si gadis terus menangis. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh sang gadis akhirnya berubah menjadi batu. Namun, orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata. Batu itu seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis itu diberi nama “Batu Menangis”

Y.B. Suparlan, Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia, 2004

Menjawab Pertanyaan berdasarkan cerita di atas

  1. Siapa tokoh dalam cerita di atas?
  2. Ke manakah gadis dan ibunya pergi?
  3. Bagaimanakah seharusnya bila kamu berjalan bersama ibumu?
  4. Apa kedurhakaan si gadis terhadap ibunya?
  5. Bagaimanakah sikap sang ibu ketika mendengar jawaban
  6. putrinya yang durhaka?
  7. Apa akibat dari kedurhakaan tersebut?
  8. Apa yang dilakukan si gadis ketika badannya sedikit demi
  9. sedikit berubah menjadi batu?
  10. Mengapa si gadis menangis?

Sumber : Buku Elektronik Sekolah (BSE) Bahasa Indonesia Kelas V SD/MI Karangan A. Subarwati dan V. Wangun