Ingat !! Jadwal Ujian Nasional Jenjang SMA Tahun 2016

Ingat !! Jadwal Ujian Nasional Jenjang SMA Tahun 2016 – Inilah jadwal Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/MA/SMK tahun 2016. Ujian Nasional tahun 2016 digelar dalam tiga tahap seperti diumumkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ketiga UN tersebut masing-masing UN perbaikan tahun 2014/2015, UN Utama tahun pelajaran 2015/2016 dan UN Perbaikan tahun pelajaran 2016/2017. Ujian nasional (UN) perbaikan digelar untuk UN SMA/MA, SMK/MAK tahun pelajaran 2014/2015 yang belum memenuhi memperoleh nilai di atas 5,5. Termasuk untuk peserta didik yang bersangkutan berkeinginan memperbaiki nilainya. berikut jadwal lengkapnya

  • Jadwal Ujian Nasional (UN) Jenjang SMA/MA, SMA Program Keagamaan/MA Program Keagamaan, SMK / MAK, SMALB, dan Paket C

Jadwal UN 2016 SMA

 

 

Demikian informasi tentang ” Jadwal Ujian Nasional Jenjang SMA Tahun 2016 ” semoga bermanfaat

 

Yang sering di cari:

Jadwal Ujian Nasional Jenjang SD Tahun 2016

Jadwal Ujian Nasional Jenjang SMP Tahun 2016

Jadwal Ujian Nasional Jenjang SMA Tahun 2016

Jadwal Ujian Nasional Jenjang SMK Tahun 2016

Jadwal Ujian Nasional Jenjang MA, MAK Tahun 2016

Jadwal Ujian Nasional Paket A, Paket B, dan Paket C Tahun 2016

Jadwal Ujian Nasional Jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB Tahun 2016

Panduan lengkap cara pendataan calon peserta UN tahun 2016

Panduan lengkap cara melakukan pendataan calon peserta UN tahun 2016 untuk jenjang SD
1. Login di manajemen UN, silahkan klik http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/manajemen_un/web/
2. Berikut tampilan Beranda laman manajemen UN.
3. Pilih Menu Utama Peserta UN.
4. Filter Data Peserta Didik.
• Menu Filter Data Peserta Didik memiliki fungsi untuk memudahkan dalam mendeteksi data Peserta Didik yang sudah memiliki NISN dan belum memiliki NISN.
• Data Peserta Didik yang berwarna merah menandakan data Peserta Didik dengan NISN masih kosong dan atau tidak valid. Untuk memperbaikinya lakukan verifikasi dan validasi data NISN di vervalpd.data.kemdikbud.go.id
5. Pengaturan Nomor Kursi.
Menu pengaturan ini memiliki fungsi untuk mengatur urutan Rombel agar dapat digunakan untuk urutan ruangan ujian dan bangku siswa.
6. Unduh data calon peserta UN dan Berita Acara.
Data yang diunduh terdiri dari :
• File data Calon (.dz)
• File Berita Acara (.pdf)
Contoh Hasil Unduhan Untuk Dikirim ke Dinas Pendidikan:
Jika ada perubahan atau perbaikan, data diperbaiki melalui sinkronisasi pada aplikasi Dapodik. Perubahan tersebut otomatis mengubah data di manajemen UN secara realtime. Pastikan NISN valid melalui aplikasi vervalpd.data.kemdikbud.go.id. Proses pengisian Dapodik untuk pendaftaran calon peserta UN berakhir pada 31 Desember 2015.
Selengkapnya Panduan Manual Penggunaan Website Manajemen UN SD Tahun Pelajaran 2015/2016 dapat didownload di sini. Sedangkan Petunjuk Teknis Pendataan Peserta Ujian Nasional 2016 dapat didownload di sini.

Ujian Nasional 2016 Gunakan 2 Kurikulum, Ternyata ini alasannya

Ujian Nasional 2016 Gunakan 2 Kurikulum, Ternyata ini alasannya – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan jadwal ujian nasional (UN) 2016. Menurut jadwal yang ditetapkan, UN akan digelar pada Februari 2016 mendatang. Nantinya, pemerintah akan menggunakan sistem cetak dan komputer.

Langkah itu diambil setelah pemerintah melihat kondisi sekolah di beberapa wilayah di Indonesia. Hingga kini, masih banyak sekolah yang belum layak mengikuti UN online atau komputer.

“Pelaksanaannya akan akan berbasis cetak dan berbasis komputer,” ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno pada rapat koordinasi Mendikbud dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala LPMP, dan Kepala P4TK seluruh Indonesia.

Dia menambahkan, pihaknya akan menyiapkan soal-soal UN 2016 yang sesuai dengan ketuntasan kurikulum. Kemendikbub juga akan menyiapkan soal UN 2016 dengan menggabungkan dua kurikulum. Yakni KTSP 2006 dengan kurikulum 2013.

“Kisi-kisi yang dikeluarkan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) bersifat makro, sesuai dengan ketuntasan kurikulum,” ujar Totok

Dorong Nilai Minimal Ujian Nasional diturunkan

Dorong Nilai Minimal Ujian Nasional diturunkan– Salam edukasi, pembaca sekalian yang berbahagia. Informasi pendidikan yang akan kami berikan kali ini yaitu tentang usulan anggota DPR Komisi X (komisi pendidikan) agar Nilai Minimal Ujian Nasional diturunkan. Berikut kutipan beritanya yang kami kutip dari situs Jpnn.com

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyarankan ada penurunan nilai standar kompetensi lulusan (SKL) 55 yang digunakan pada Ujian Nasional (unas) 2015. Alasannya, siswa kesulitan mengejar nilai murni tanpa penambahan nilai sekolah itu.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam menjelaskan, penetapan skor SKL itu bukan kewenangannya.

Melainkan kewenangan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). “Kita sarankan kepada BSNP jangan tinggi-tinggi menetapkan SKL,” katanya di Jakarta kemarin.

Hasil evaluasi dari penyelenggaraan Unas 2015 yang digelar April lalu, memang banyak siswa mendapatkan nilai kurang dari 55. Misalnya untuk materi ujian matematika, ada 42 persen siswa IPA dan 51 persen siswa IPS tidak bisa mengejar nilai minimal 55 itu.

Dalam penyelenggaraan unas sebelumnya, nilai yang didapat siswa memang relative lebih tinggi. Namun tingginya nilai itu disebabkan karena ada penggabungan antara nilai unas murni dengan nilai sekolah. Porsi pembobotannya adalah 60 persen nilai unas dan 40 persen nilai sekolah.

“Angka standar minimum kompetensi di atas 55 saja, masih sangat berat untuk diraih siswa,” katanya. Sehingga guru besar teknik sipil UGM itu mengatakan, akan mengkaji lebih mendalam bersama BSNP tentang ketatapan SKL.

Dia menegaskan SKL untuk Unas 2016 sampai sekarang belum diputuskan. Apakah masih tetap 55, dikurangi, atau bahkan dinaikkan akan ditetapkan lebih lanjut.

Kepala BSNP Zainal Arifin Hasibuan menuturkan, pembahasan perubahan nilai SKL unas belum mereka bahas. “Apakah akan diturunkan atau dinaikkan, masih belum menjadi isu,” kata guru besar Fakultas Ilmu Komputer UI itu. Menurutnya target utama saat ini adalah unas harus benar-benar menjadi radar kompetensi siswa.

Dia menjelaskan kondisi siswa di seluruh Indonesia beragam. Ada yang kepandaiannya kurang, biasa-biasa, hingga pandai dan pandai sekali. “Unas yang baik itu bisa memetakan siswa berdasarkan kemampuannya masing-masing,” kata dia. Kemudian dari nilai pemetaan yang akurat itu, bisa dipakai siswa untuk pertimbangan melanjutkan pendidikan berikutnya.

Zainal mencontohkan siswa yang mendapatkan nilai unas pas-pasan, tidak perlu berjuang mati-matian masuk Fakultas Kedokteran. Karena saingannya pasti cukup ketat. Sebagai gantinya siswa dengan nilai pas-pasan ini mungkin lebih cocok masuk ke balai latihan kerja atau fakultas lainnya.

“BSNP tidak ingin berbicara nilai minimal unas dinaikkan atau diturunkan. Karena nanti bisa membuat stress masyarakat lagi,” katanya. Zainal mengatakan nilai SKL yang sekarang ditetapkan sebesar 55 masih relevan.

Meskipun nilai minimal unas tidak terkait kelulusan siswa, Zainal mengatakan tidak serta merta bisa dinaikkan atau diturunkan begitu saja.

Anggota Komisi X (Bidang Pendidikan) DPR Ferdiansyah mengatakan sebelum memutuskan mengubah nilai minimal 55 itu, pemerintah harus evaluasi kualitas pelayanan pendidikan. “Pelayanan pendidikan seperti infrastruktur maupun guru, masih belum merata kualitasnya,” kata politisi Partai Golkar itu.

Ferdiansyah mengusulkan supaya standar nilai kelulusan unas dibedakan di setiap daerah. Misalnya nilai di pulau Jawa tetap 55, tetapi di Papua bisa diturunkan sedikit menjadi 50 atau 45.

“Meskipun nilai minimalnya beda, tetapi sifatnya tetap ujian nasional. Karena standar kualitas soal ujiannya ditetapkan secara nasional. Penyelenggaranya juga tetap pemerintah pusat,” urainya.

Dia mengatakan pemerintah tidak adil jika ada daerah dengan kondisi pendidikan masih rendah dipaksa untuk mengejar nilai minimal unas 55 itu. Untuk itu Ferdiansyah mendesak supaya pemerintah menyampaikan data sebaran kualitas pelayanan pendidikan di Indonesia secara terperinci. Sehingga kebijakan penyelenggaraan Unas 2016 bisa diambil dengan tepat. (sumber : Jpnn.com)