cara cek jadwal dan tempat tes ukg 2015

RUMAH BELAJAR - Salam Edukasi, Pada beberapa waktu yang lalu sudah kami berikan artikel tentang " Link untuk Cek SK Tunjangan Guru Terbaru " Pada kesempatan ini kami akan selalu memberikan informasi pendidikan kepada Bapak/Ibu guru serta pembaca sekalian tentang " Cara cek jadwal dan tempat Tes UKG 2015 ". Uji Kompetensi Guru disingkat UKG … Continue reading "cara cek jadwal dan tempat tes ukg 2015"

RUMAH BELAJAR – Salam Edukasi, Pada beberapa waktu yang lalu sudah kami berikan artikel tentang ” Link untuk Cek SK Tunjangan Guru Terbaru ” Pada kesempatan ini kami akan selalu memberikan informasi pendidikan kepada Bapak/Ibu guru serta pembaca sekalian tentang ” Cara cek jadwal dan tempat Tes UKG 2015 “.

Uji Kompetensi Guru disingkat UKG adalah sebuah kegiatan Ujian untuk mengukur kompetensi dasar tentang bidang studi (subject matter) dan pedagogik dalam domain content Guru. Kompetensi dasar bidang studi yang diujikan sesuai dengan bidang studi sertifikasi (bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik) dan sesuai dengan kualifikasi akademik guru (bagi guru yang belum bersertifikat pendidik). Kompetensi pedagogik yang diujikan adalah integrasi konsep pedagogik ke dalam proses pembelajaran bidang studi tersebut dalam kelas. (sumber: wikipedia)

Uji Kompetensi Guru akan dilaksanakan di TUK yang telah ditetapkan dinas pendidikan kabupaten/kota sesuai dengan persyaratan yang telah diverifikasi oleh LPMP. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menetapkan tempat UKG:

  1. Lokasi TUKG mudah dijangkau
  2. Memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan

Bagi anda guru yang akan mengikuti Pendidikan profesi guru dalam Jabatan (PPGJ) tahun 2015 bagi yang belum pernah mengikuti UKG wajib mengikutinya. Tahap verifikasi peserta UKG 2015 sudah berakhir, bagi peserta UKG 2015 harap memonitor tempat dan waktu pelaksanaan Uji Kompetensi. Verifikasi selain peserta UKG 2015 masih berjalan sesuai jadwal yaitu sampai dengan tanggal 14 Maret 2015.

Berikut saya berikan ” Cara cek jadwal dan tempat Tes UKG 2015 ” di portal http://sergur.kemdiknas.go.id/

Ikuti langkah-langkah berikut ini ya :

1. langkah Pertama anda kunjungi laman/website sertifikasi guru http://sergur.kemdiknas.go.id

2. Kemudian klik Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru 2015 (pada gambar dibawah)

sergur

3. langkah berikutnya klik pencarian

sergur 2

4. kemudian masukkan NUPTK anda dan klik gambar pencarian

5. Waktu dan Tempat Tes UKG Tahun 2015 anda sudah diketahui

Catatan :

Waktu dan Tempat bisa saja berubah tergantung dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Masing-masing

Demikian ” Cara cek jadwal dan tempat Tes UKG 2015 ” semoga membantu anda dalam mengetahui lokasi dan jadwal Tes UKG anda. Selamat Mencoba, semoga sukses menjadi guru profesional dan bersertifikat pendidik.

SALAM EDUKASI

Kemdikbud : Tunjangan Profesi Guru Tidak Dihapus

Jakarta, Kemendikbud --- Tunjangan Profesi Guru (TPG) tidak dihapus. Informasi ini ditegaskan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata, menanggapi isu yang beredar tentang rencana penghapusan tunjangan profesi guru (TPG). "Tidak ada yang bilang menghapuskan. Buktinya, tunjangan profesi guru tahun depan sudah dianggarkan," ujar pria yang akrab disapa Pranata itu di Kantor Kemendikbud, … Continue reading "Kemdikbud : Tunjangan Profesi Guru Tidak Dihapus"

Jakarta, Kemendikbud — Tunjangan Profesi Guru (TPG) tidak dihapus. Informasi ini ditegaskan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata, menanggapi isu yang beredar tentang rencana penghapusan tunjangan profesi guru (TPG).

“Tidak ada yang bilang menghapuskan. Buktinya, tunjangan profesi guru tahun depan sudah dianggarkan,” ujar pria yang akrab disapa Pranata itu di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (28/9/2015).

Pranata mengatakan, pada tahun 2016 sudah disiapkan anggaran sebesar Rp73 triliun untuk tunjangan profesi guru PNSD (Pegawai Negeri Sipil Daerah) dan Rp7 triliun untuk tunjangan profesi guru non-PNS dari APBN. Pemberian tunjangan profesi guru itu sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Dalam pasal 15 ayat 1 UU tentang Guru dan Dosen itu disebutkan, penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum yang diterima guru meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru.

Terkait dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Pranata mengimbau berbagai pihak agar tidak membuat interpretasi sendiri tentang status tunjangan profesi guru karena pemberlakuan UU ASN itu.

Aturan mengenai tunjangan kinerja untuk guru PNS sesuai ASN masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) yang sedang disiapkan oleh Kemenpan-RB. Dalam pasal 80 ayat 1 UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan, selain menerima gaji, PNS juga menerima tunjangan dan fasilitas. Kemudian pasal 80 ayat 2 menyebutkan, tunjangan tersebut meliputi tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan.

Pranata mengatakan, konten dalam UU ASN itu tidak serta merta dapat disimpulkan bahwa tunjangan profesi guru bagi guru PNS akan dihapus karena tidak tercantum dalam UU ASN.

“Perkara apakah tunjangan kinerja itu sama dengan tunjangan profesi, kita tunggu peraturan perundang-undangan yang mengatur lebih khusus, atau peraturan perundang-undangan di bawahnya, yaitu peraturan pemerintah (PP),” ujar Pranata

Inilah Tata Cara Mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) secara Manual

Inilah Tata Cara Mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) secara Manual - UKG atau Uji Kompetensi Guru secara rutin telah dilakukan sejak tahun 2012 bagi guru yang akan mengikuti sertifikasi guru. Mulai tahun 2015 ini UKG secara rutin akan dilakukan untuk mengukur profesionalisme guru. Tujuannya untuk mengetahui level kompetensi individu guru dan peta penguasaan guru pada … Continue reading "Inilah Tata Cara Mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) secara Manual"

UKG Online 2015Inilah Tata Cara Mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) secara Manual – UKG atau Uji Kompetensi Guru secara rutin telah dilakukan sejak tahun 2012 bagi guru yang akan mengikuti sertifikasi guru. Mulai tahun 2015 ini UKG secara rutin akan dilakukan untuk mengukur profesionalisme guru. Tujuannya untuk mengetahui level kompetensi individu guru dan peta penguasaan guru pada kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Pelaksanaan  UKG difokuskan pada identifikasi kelemahan guru dalam penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional. Pada tahun 2015 ini, UKG akan dilaksanakan dengan 2 cara yaitu UKG online dan UKG offline/manual. Berikut kami berikan ” Tata Cara Mengikuti Ujian Manual (UKG Offline/Manual) Tahun 2015″

Tata Cara Mengikuti Ujian Manual (UKG Offline/Manual)

  1. Peserta memasuki ruang ujian setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 30 (tiga puluh) menit sebelum UKG dimulai.
  2. Pada saat memasuki ruang ujian, peserta menunjukkan kepada Pengawas Ruang:
  • Kartu peserta UKG   (dicetak melalui Aplikasi Verifikasi dan
  • Validasi Peserta UKG 2015)
  • Surat tugas dari Kepala Sekolah
  • Kartu identitas diri (KTP/SIM) yang sah dan masih berlaku
  1. Peserta meletakkan kartu identitas diri di atas meja ujian untuk memudahkan pemeriksaan oleh pengawas ruang.
  2. Peserta yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti setelah mendapat izin dari pengawas ruang, tanpa diberi perpanjangan waktu.
  3. Setiap peserta ujian tidak diperkenankan membawa buku atau referensi, kamera, handphone, alat penyimpan data (flash disk, external hardisk, dan lain-lain) ke dalam ruangan ujian.
  4. Peserta membawa alat tulis berupa pensil 2B, karet penghapus, dan penggaris.
  5. Peserta mengisi daftar hadir dengan menggunakan ballpoint yang disediakan oleh pengawas ruang.
  6. Peserta mengisi identitas diri pada LJK. Peserta yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJK dapat bertanya kepada pengawas ruang dengan cara mengangkat tangan terlebih dahulu.
  7. Peserta mulai mengerjakan soal setelah ada tanda “waktu mulai UKG ” dari Pengawas Ruang.
  8. Sebelum mulai mengerjakan soal, peserta terlebih dahulu mengecek kelengkapan soal. Peserta yang memperoleh naskah soal yang cacat atau rusak, tetap melakukan pengerjaan soal sambil menunggu penggantian naskah soal.
  9. Selama UKG berlangsung, peserta hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin dari pengawas ruang, serta tidak melakukannya berulang kali.
  10. Peserta yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/mengikuti UKG .
  11. Peserta yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu berakhir tidak diperbolehkan meninggalkan ruang ujian sebelum berakhirnya waktu ujian dan dipersilahkan oleh pengawas ruang.
  12. Peserta berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu UKG .
  13. Selama UKG berlangsung, peserta dilarang:
  • menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
  • bekerjasama dengan peserta lain;
  • memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal ;
  • memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau
  • melihat pekerjaan peserta lain;

Tunjangan Profesi Guru akan Dihapus

Tunjangan Profesi Guru akan Dihapus– Pemerintah berencana akan menghapus tunjangan profesi guru (TPG) atau yang lebih populer tunjangan sertifikasi guru. Dengan penghapusan tunjangan sertifikasi guru (TPG) itu, ke depan guru hanya akan menerima tunjangan kinerja setelah melalui pengujian. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, dasar penghapusan TPG karena … Continue reading "Tunjangan Profesi Guru akan Dihapus"

Tunjangan Profesi Guru akan Dihapus– Pemerintah berencana akan menghapus tunjangan profesi guru (TPG) atau yang lebih populer tunjangan sertifikasi guru. Dengan penghapusan tunjangan sertifikasi guru (TPG) itu, ke depan guru hanya akan menerima tunjangan kinerja setelah melalui pengujian.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, dasar penghapusan TPG karena tidak semua guru berkinerja bagus meskipun telah mendapat tunjangan itu. Kemendikbud pun menggariskan bahwa insentif kepada guru akan diberikan sesuai dengan kompetensi dan kinerja.

”Ini artinya TPG harus disesuaikan. Pemerintah ingin secepatnya insentif berbasis kompetensi dan kinerja itu( direalisasi),” katanya di Jakarta kemarin. Pranata menerangkan, penghapusan TPG sah dilakukan mengingat dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) disebutkan bahwa besaran gaji PNS tergantung pada kinerja. ”Ke depan, tunjangan harus disesuaikan dengan tiga komponen uji yang akan dilakukan Kemendikbud, yakni penilaian kinerja guru (PKG), uji kompetensi guru (UKG), dan prestasi siswa,” ujarnya.

Pranata melanjutkan, reformasi tunjangan guru akan dimulai tahun ini dengan penerapan UKG pada 19 November- 27 November. Selain itu akan dilaksanakan pula penilaian kinerja guru untuk memastikan kualitas dan transparansi evaluasi kinerja mereka. Dua hal itu akan menjadi menu pada pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). ”Jadi rapor guru nantinya harus terdiri atas PKG, UKG, dan prestasi belajar. Adanya PKB ini merupakan terobosan baru pelatihan guru,” ujarnya.

Guru besar FakultasI lmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Hafid Abbas menilai sertifikasi guru melalui portofolio dan pelatihan 90 jam tak lebih dari formalitas belaka. Guru tidak dilatih, melainkan hanya diberi sertifikat secara cuma-cuma. Hafid mendukung revisi sertifikasi guru karena tidak memberi dampak perbaikan atas mutu pendidikan nasional.

Padahal penyelenggaraannya telah menguras 2/3 dari total anggaran pendidikan yang mencapai 20% APBN. ”Pada 2010 biaya sertifikasi mencapai Rp110 triliun. Namun Bank Dunia memublikasi guru yang sudah sertifikasi dan yang belum ternyata menunjukkan prestasi yang relatif sama,” tuturnya.

Hafid menegaskan, ada tiga implikasi dari program sertifikasi yang mesti dibenahi. Pertama, Kemendikbud harus menghilangkan pola formalitas penyelenggaraan program sertifikasi guru. Kedua, kaitkan sertifikasi dengan pembenahan mekanisme pengadaan dan perekrutan calon guru di perguruan tinggi. Ketiga, sertifikasi guru harus diselenggarakan berbasis kelas.

Selama ini mereka yang mengikuti pelatihan tidak dirancang untuk mengamati kompetensinya mengajar di kelas. ”Akibatnya sertifikasi guru tidak berdampak pada peningkatan mutu,” urainya.

Inilah Link Info GTK untuk cek SK Tunjangan Guru

 RUMAH BELAJAR - Anda ingin mengetahui SK Tunjangan Profesi Guru Tahun 2015, namun bingung cara mengetahuinya.  Sebelum cek Status SK Tunjangan Profesi Guru 2015/2016 di situs resmi  Dirjen P2TK Dikdas sudah terbit atau belum, persiapkan dahulu NUPTK untuk segala tunjangan yang lainnya Anda atau untuk yang sudah sertifikasi yaitu NRG (Nomor Regestrasi Guru).   Adapun … Continue reading "Inilah Link Info GTK untuk cek SK Tunjangan Guru"
 RUMAH BELAJAR – Anda ingin mengetahui SK Tunjangan Profesi Guru Tahun 2015, namun bingung cara mengetahuinya.  Sebelum cek Status SK Tunjangan Profesi Guru 2015/2016 di situs resmi  Dirjen P2TK Dikdas sudah terbit atau belum, persiapkan dahulu NUPTK untuk segala tunjangan yang lainnya Anda atau untuk yang sudah sertifikasi yaitu NRG (Nomor Regestrasi Guru).
 INFO GTK LINK BARU

Adapun Link INFO GTK yang dikabarkan oleh beberapa media online adalah link baru, sebenarnya tetap link INFO PTK terdahulu juga namun ada tambahan link yang bisa di akses langsung melalui http://info.gtk.kemdikbud.go.id/, namun namanya saja yang berubah menjadi INFO GTK. Berikut Link INFO GTK atau yang lebih populer

Link Utama
http://info.gtk.kemdikbud.go.id/

Demikian ” Inilah Link Info GTK untuk cek SK Tunjangan Guru” semoga bermanfaat

 

Belum tahu cara cek info PTK/GTK untuk mengetahui SK tunjangan guru

CARA CEK SKTP TUNJANGAN TAHUN 2015

Mulai 2016, Guru Harus Biayai Sendiri Program Sertifikasinya

Mulai tahun depan, guru harus membiayai sendiri program sertifikasinya. Ketentuan ini menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata, berlaku bagi mereka yang menjadi guru mulai 1 Januari 2006. "Mulai tahun 2016, guru harus membiayai sendiri program sertifikasinya. Contohnya, proses sertifikasi di profesi akuntan atau pengacara. Untuk mengikuti sertifikasi profesi akuntan … Continue reading "Mulai 2016, Guru Harus Biayai Sendiri Program Sertifikasinya"

Mulai tahun depan, guru harus membiayai sendiri program sertifikasinya. Ketentuan ini menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata, berlaku bagi mereka yang menjadi guru mulai 1 Januari 2006.

“Mulai tahun 2016, guru harus membiayai sendiri program sertifikasinya. Contohnya, proses sertifikasi di profesi akuntan atau pengacara. Untuk mengikuti sertifikasi profesi akuntan dan pengacara atau advokat, mereka membiayai sendiri dan tidak didanai pemerintah,” kata Pranata, Selasa (7/9).

Pranata menjelaskan, sertifikasi merupakan kebutuhan masing-masing guru. Apalagi sertifikasi menjadi salah satu syarat seorang guru berhak mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).

Saat ini, kata Pranata, dari total 2.294.191 guru PNS dan Guru Tetap Yayasan (GTY), ada 1.580.267 guru yang sudah mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi tersebut diperoleh melalui PSPL (Pemberian Sertifikat Pendidik Secara Langsung), PF (Portofolio) dan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru).

Sedangkan, sebanyak 166.770 guru belum mendapatkan sertifikasi, dan 72.082 di antaranya sudah memenuhi syarat sebagai peserta program sertifikasi tahun 2015, dan sedang menjalani program sertifikasi.

Mereka semua adalah guru dalam jabatan, yaitu sudah menjadi guru maksimal pada Desember 2005, sehingga program sertifikasinya masih menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Dilaksanakan di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) yang sudah ada selama ini, seperti Unnes, UPI, dan lainnya,” ujar Pranata.

Sebanyak 547.154 orang lainnya akan memulai program sertifikasi pada 2016. Mereka adalah orang-orang yang mulai menjadi guru pada 1 Januari 2006 ke atas. Sertifikasi akan dilakukan melalui Program PPG (Pendidikan Profesi Guru), Program Afirmasi dan pembiayaan sendiri dari guru yang bersangkutan.

“Saat ini sedang dibahas Program PPG berasrama. Kami targetkan 60.000 (guru) per tahun,” pungkasnya (Sumber:JPNN)

Cara Cek Calon Peserta PLPG Kuota Tambahan Tahun 2015

Cara Cek Calon Peserta PLPG Kuota Tambahan Tahun 2015 – Salam Edukasi, Kabar gembira….

Bagi Guru yang belum termasuk sebagai Calon Peserta Sertifikasi Guru jalur PLPG Tahun 2015 silakan cek Kuota tambahan. Menurut Dirjen  GTK, kemdikbud kembali memberikan kuota tambahan untuk calon peserta sertifikasi guru tahun 2015 Jalur PLPG. Bagi guru yang memenuhi syarat agar segera mengirimkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan kemudian Dinas pendidikan Kabupaten/Kota akan mengirimkan berkas tersebut paling lambat tanggal 31 Juli 2015 ke LPMP.

 

Untuk mengetahui daftar calon peserta sertifikasi guru kuota tambahan Jalur PLPG bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini :

1.  Kunjungi website resmi Sertifikasi guru http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/

sergur1

2.  Kemudian klik atau pilih kriteria

sergur2

3. Silakan pilih daerah  (Propinsi dan Kabupaten/kota) yang akan di cek

sergur3

4. berikut Tampilannya

kuota tambahan sertifikasi guru jalur plpg 2015

 

Demikian artikel ” Cara Cek Calon Peserta PLPG Kuota Tambahan Tahun 2015 ” semoga bermanfaat

 

Pencairan TPG guru NonPNS untuk triwulan 2 dipercepat

Jakarta—Pencairan Tunjangan profesi guru (TPG) guru NonPNS untuk triwulan 2 bulan April-Juni tahun ini dipercepat. Semula pencairan TPG guru NonPNS dijadwalkan pada 9-14 Juli, tetapi sudah disalurkan pada 30 Juni lalu. Adapun jumlah guru NonPNS yang menerima TPG sebanyak 50.462 orang.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan, ada dua mekanisme pencairan TPG. Untuk guru pendidikan dasar langsung masuk ke rekening guru, sedangkan untuk guru pendidikan menengah melalui bank penampung. “Dua-duanya sudah masuk ke rekening guru,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kemendikbud, Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Sumarna mengatakan, bank penampung adalah bank yang diseleksi oleh pemerintah untuk menyalurkan TPG. Dia menyebutkan, bank tersebut adalah BRI, BNI, dan Bank Mandiri. “Uang dari KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) langsung masuk ke bank penampung. Kemudian, dari bank penampung disalurkan ke rekening pribadi guru,”katanya.

Menurut Sumarna, jika bank penampung sama dengan bank rekening pribadi guru maka akan langsung masuk, sedangkan jika bank-nya berbeda maka melalui mekanisme RTGS, yang memerlukan waktu 1-2 hari. “Urusan pemerintah pusat sudah selesai minggu lalu,”kata Sumarna.

Sementara, kata Sumarna, jika ada guru NonPNS yang belum menerima TPG bisa disebabkan beberapa hal. Pertama, karena rekeningnya pasif akibat saldo tabungan kurang dari Rp 50 ribu. Kedua, disebabkan karena proses transfer melalui sistem RTGS yang butuh waktu beberapa hari.

Adapun untuk penyaluran TPG guru PNS daerah disalurkan melalui pemerintah daerah. Jumlah guru PNSD yang mendapatkan TPG sebanyak 178.291 orang. (sumber : Kemdikbud RI)

Jadwal Pencairan/pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) 2015

Jadwal Pencairan/pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) 2015 – Salam Edukasi, Sertifikasi guru adalah salah satu cara pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan diharapkan berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Tujuan Sertifikasi guru adalah menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai Pemegang peranan Penting dalam pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.  Dengan Guru yang bersetifikat Pendidik melalui program Sertifikasi guru merupakan salah satu langkah pemerintah dalam membangun pendidikan yang berkulitas dan berkompeten baik di saat sekarang atau di masa yang akan datang.
Untuk mendapatkan Sertifikasi atau Tunjangan Profesi Guru (TPG) ada berbagai macam syarat yang harus dipenuhi oleh guru. Dalam hal pencairan atau pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) cukup menjadi sorotan oleh media khususnya media online, karena kabar pencairan sertifikasi guru adalah berita yang selalu ditunggu-tunggu. Selama ini, Pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) tidak merata di setiap daerah. Ada yang cepat dalam melakukan pencairan dan ada yang terlambat padahal waktu yang ditetapkan oleh pemerintah Pusat sudah lewat.
Berikut ini akan kami berikan rincian jadwal pencairan / pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) tahun 2015.
Jadwal Pencairan/Pembayaran TPG (Tunjangan Profesi Guru) Tahun 2015
  1. Triwulan I (periode pertama), Januari – Maret 2015, dibayarkan di awal April 2015.
  2. Untuk periode ini sudah kita lewati dengan info pencairan tahap pertama yaitu tunjangan profesi guru cair tanggal 9-16 april tahun 2015 Triwulan II (periode kedua), April-Juni 2015, dibayarkan di awal Juli.
  3. Triwulan III (Periode ketiga), Juli – September 2015, dibayarkan awal Oktober 2015.
  4. Triwulan IV (Periode keempat), bulan Oktober – Desember 2015, dibayarkan pada awal Januari 2016.

Demikian informasi ” Jadwal Pencairan/pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) 2015 ” semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

 

Sertifikasi Guru : Pemberian Tunjangan Profesi Guru sesuai prestasi Kerja

Sertifikasi Guru : Pemberian Tunjangan Profesi Guru sesuai prestasi Kerja – Salam edukasi, terima kasih kepada pembaca ” Rumah Belajar ” yang selalu setia membaca artikel dan informasi pendidik di blog sederhana kami ini. Pada beberapa hari ini gencar terdengar info aturan baru tentang pemberian tunjangan profesi guru (TPG) atau yang lebih familiar disebut sertifikasi guru akan diberikan sesuai kinerja dan prestasi kerja guru.

Menurut Informasi yang kami kutip dari JPNN.com pemberian tunjangan profesi guru (TPG) yang pengukurannya belum dilakukan secara benar, akan diubah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pasalnya, di lapangan Tunjangan Profesi Guru masih diberikan merata, yaitu sebesar satu kali gaji tanpa mengukur profesionalitas tenaga pendidiknya.

Padahal dalam Undang Undang Nomor 15 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pemberian TPG atau Tunjangan sertifikasi guru harus sesuai pencapaian kinerja dan prestasi guru.

“Ada yang salah dalam penyaluran TPG. Hal ini, rencananya pemerintah sedang menyusun ulang skema pemberian TPG,” kata Plh Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Tagor Alamasyah, Kamis (25/6).

Tagor mengatakan bahwa, tunjangan yang sejak 2005 diberikan merata akan dihitung secara profesional dengan memperhitungkan prestasi dan kinerja yang telah dicapai oleh guru. Instrumen pencapaian guru profesional ini bisa dilihat dari jumlah guru, pembinaan karir, penghargaan serta perlindungan yang diberikan.

“Selama ini UU belum dijalankan dengan benar, karena infrastruktur belum memadai. Sekarang kami siapkan paralel, infrastruktur dan mekanisme pemberian tunjangannya,” ucapnya.

Dijelaskan Tagor, jumlah ideal guru dapat dihitung dengan beban kerja 24 jam per minggu dan linieritas dengan sertifikasi. Untuk pembinaan karir, guru harus memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan jenjang karir.

“Sebagai penghargaan dan perlindungan, guru akan mendapatkan tunjangan profesi, maslahat tambahan, dan perlindungan hukum,” terangnya (sumber : JPNN)

Tunjangan Profesi Guru dan BOS Madrasah Sudah Bisa dicairkan

Jakarta (Pinmas) – Tunjangan profesi guru madrasah swasta dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah seharusnya sudah bisa dicairkan sesuai SK penetapan penerimaan tunjangan profesi di Madrasah oleh satker di masing-masing Kanwil Provinsi yang berkoordinasi dengan Kankemenag Kabupaten/Kota. Hal itu disampaikan Direktur Pendidikan Madrasah M Nur Kholis Setiawan kepada Pinmas di ruang kerjanya, Jakarta, Senin (1/6).

“Tunjangan Profesi Guru dan BOS sudah bisa dicairkan,”kata Nur Kholis.

Dikatakan Nur Kholis, tentang aturan tentang pencairan tunjangan profesi guru Madrasah ini, Kemenag sudah mengirimkan surat pada akhir Maret 2015 kepada Kakanwil setiap provinsi bagaimana Petunjuk Teknis (Juknis) terkait tunjangan profesi guru Madrasah, PNS dan bukan PNS.

Oleh karena itu, Nur Kholis minta agar Kanwil berkoordinasi dengan Kankemenag untuk dapat memastikan realisasi pencairan tunjangan profesi guru pada awal semester 2015.

Terkait Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Nur Kholis menyampaikan, dari 33 Provinsi, 27 provinsi anggarannya sudah berada di Kanwil Kemenag, dan 6 provinsi sedang relokasi anggaran di Kankemenag Kabupaten/Kota dan bendahara pembantu sedang merekapnya.

Perlu diketahui juga, lanjut Nur Kholis, bahwa lima Provinsi tersebut (Jateng, Gorontalo, Lampung, Banten dan Sumsel) sudah dicairkan sesuai dengan mekanisme pencairan PMK 81/2012 dari rekening Madrasah dengan rincian Jateng 250 milyar, Gorontalo sebesar 5,7 milyar, Lampung sebesar 58,7 milyar, Banten sebesar 9,9 milyar dan Sumsel sebesar 30 milyar.

“Selain itu, provinsi Kalbar sebesar 5,7 milyar dan Kepulauan Riau sebesar 3,3 milyar, itu sudah cair untuk tahap I dengan mekanisme PMI 190/2012 dengan sistem uang persediaan,” ujar Nur Kholis.

Dan provinsi lainnya, seperti DIY sudah mendapat persetujuan DJPB sebesar 7 milyar dan provinsi lainya sedang pada tahap proses penetapan PPK dan BPP di Kabupaten. (sumber : Humas Kemenag)

Inilah Dokumen RPL PPGJ sertifikasi guru 2015

Inilah Dokumen RPL PPGJ sertifikasi guru 2015Pengertian RPL dalam PPGJ adalah salah satu sistem penghargaan yang diberikan kepada Guru terhadap keterampilan, wawasan, nilai, pengetahuan,dan sikap yang bisa mencerminkan pengalaman kerja dan hasil belajar yang dipunyai guru. RPL berfungsi untuk mengurangi beban studi yang harus dilaksanakan dalam sertifikasi guru melalui PPGJ Tahun 2015.

Inilah Dokumen RPL PPGJ sertifikasi guru 2015(Baca Juga :Alur pelaksanaan sertifikasi guru melalui PPGJ tahun 2015)

Inilah Dokumen RPL PPGJ sertifikasi guru 2015 yang perlu disiapkan calon peserta sertifikasi guru 2015

1. Pengalaman pembelajaran dan pengembangan diri, unnsur yang dinilai :
Deskripsi diri
Pengalaman Mengajar
Pendidikan
Pelatihan
2. Analisis buku ajar sesuai Kurikulum 2013
3. Perangkat pembelajaran, unsur yang dinilai :
RPP
Pengembangan bahan ajar
Media pembelajaran
Instrumen penilaian
4. Analisis penilaian hassil belajar, unsur yang dinilai
Dokumen analisis hasil penilaian
Dokumen penyajian hasil Belajar
5. Pembelajaran yang dibuktikan dengan rekaman video, unsur yang dinilai :
Orisinalitas
Keterlaksanaan langkah pembelajaran
Pendekatan saintifik
6. Penilaian atasan langsung, yaitu dari :
Penilaian Kepala Sekolah
Penilaian Pengawas
7. Prestasi Akademik dan/atau Karya Monmental, unsur yang dinilai
Guru berprestasi atau Guru telaadan dan sejenisnya
Karya tulis terpublikasi
Presentasi karya ilmiah
Penghargaan prestasi di masyarakat yang relvan

Semua dokumen tersebut dikumpulkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/kota/propinsi, kemudian diserahkan ke LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan). Ayo kita siapkan dokumen tersebut mulai sekarang, agar pada saat diperlukan tidak repot lagi.

 

Penetapan Peserta Sertifikasi Guru 2015 Sesuai TMT Pendidik

Penetapan Peserta Sertifikasi Guru 2015 Sesuai TMT Pendidik – Penetapan para peserta sertifikasi dilakukan secara berkeadilan dan transparan melalui online sistem dengan menggunakan Aplikasi Penetapan Peserta Sertifikasi Guru (AP2SG).

Daftar rangking bakal calon peserta sertifikasi guru 2015 melalui PPG diumumkan oleh Badan PSDMPK-PMP dan dapat diketahui dengan mengakses melalui website http://sergur.kemdiknas.go.id

Sertifikasi guru tahun 2015 dilaksanakan melalui 2 pola jalur pendidikan yaitu Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dan Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ). Alur pelaksanaan sertifikasi guru melalui PPGJ tahun 2015. Guru calon peserta sertifikasi guru melalui PPGJ mengikuti seleksi administrasi yang dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota.

 

Calon peserta yang sudah verifikasi dikelompokkan sesuai TMT pendidik sbb :

  1. Mengikuti PLPG jika TMT Pendidik sebelum tahun 2006
  2. Mengikuti PPGJ jika TMT Pendidik sesudah tahun 2005

Adapun Jadwal Pelaksanaan PLPG 2015 akan diselenggaran lebih dahulu sebelum pelaksanaan PPGJ. Calon peserta PLPG 2015 adalah kelompok PLPG dan status verifikasi A1 Sudah Disetujui. Tahap persetujuan A1 bagi kelompok PLPG sudah berakhir dan saat ini dalam tahap penentuan LPTK penyelenggara PLPG

Inilah panduan pengisian Bidang studi verval NRG di Padamu Negeri

RUMAH BELAJAR - Salam Edukasi, Selamat berkunjung kembali di blog " RUMAH BELAJAR WEB ID " pada kesempatan yang berbahagia dengan disibukkan oleh tugas-tugas Operator sekolah dalam hal input data di Padamu Negeri baik membuat Model Jadwal mingguan, Jadwal mingguan perkelas, verval NRG yang membuat saya tidak ada kesempatan untuk menulis di blog ini. Namun … Continue reading "Inilah panduan pengisian Bidang studi verval NRG di Padamu Negeri"

RUMAH BELAJAR – Salam Edukasi, Selamat berkunjung kembali di blog ” RUMAH BELAJAR WEB ID ” pada kesempatan yang berbahagia dengan disibukkan oleh tugas-tugas Operator sekolah dalam hal input data di Padamu Negeri baik membuat Model Jadwal mingguan, Jadwal mingguan perkelas, verval NRG yang membuat saya tidak ada kesempatan untuk menulis di blog ini. Namun karena mengingat banyak masalah yang dihadapi para Operator sekolah dalam Verval NRG, kali ini saya mencoba memberikan ” panduan pengisian Bidang studi verval NRG di Padamu Negeri ” yang mungkin dapat memberikan pencerahan bagi para operator sekolah.

BIDANG STUDI VERVAL NRG PADAMU NEGERI

Adapun pilihan dalam pengisian bidang studi di verval NRG tahun 2015 ini sebagai berikut :

  • Edisi (2007 – xxx), anda bisa memilih ini jika sertifikasi pada periode tahun 2007 -s/d 2008
  • Edisi (2009 – xxx), pilihan ini apabila memiliki sertifikat pendidik pada periode tahun 2009 s/d 2014c
  • Edisi (2015 – xxx),  pilihan ini apabila memiliki sertifikat pendidik pada periode tahun 2009 s/d 2014, tetapi kode Mata pelajaran PTK yang bersangkutan tidak adan pada edisi (2009-xxx)

Semoga dapat membantu para PTK dan Operator sekolah dalam melakukan verifikasi validasi Nomor Regestrasi Guru atau istilah kerennya Verval NRG di Padamu Negeri.

Selamat bekerja Para Operator sekolah, semoga tetap diberikan kesehatan dan rezeki yang banyak…

Salam Satu Data

 

Cara pengajuan NRG Baru di Padamu Negeri

Berikut panduan Pengajuan NRG Baru (bagi Guru yang belum memiliki) :

1. Akses http://padamu.siap.web.id/ dan pilih Login PTK. 

2. Pilih layanan PADAMU PTK. 

padamu ptk

3. Pada Dasbor PTK, pilih menu VerVal NRG. Klik Ajukan VerVal.

verval NRG

4. Pilih opsi Belum, dan klik Benar & Lanjut. 

jenis ajuan

 

5. Selanjutnya, isikan Data Sertifikasi Anda dengan benar (Pastikan Anda telah menyiapkan file scan sertifikasi / piagam dan ijazah terakhir Anda untuk diunggah, file yang dapat diunggah adalah file dengan tipe gif, png, atau jpeg dengan maksimal ukuran file 1MB), Klik Benar & Lanjut untuk menyimpan data.

isi data sertifikasi

Catatan untuk pilihan Jalur Sertifikasi :
– Pengajuan NRG baru dengan tanggal sertifikasi sampai 2014 hanya bisa memillih jalur PLPG
– Pengajuan NRG baru dengan piagam sertifikasi keluaran tahun 2015 hanya bisa memilih jalur PPGJ
– Pengajuan NRG baru dengan piagam sertifikasi PPG harus memilih sub jalur seperti pada gambar terlampir dibawah ini
Tipe Jalur PPG

6. Konfirmasi data sertifikasi yang telah Anda isikan, jika masih kurang sesuai, klik Edit Kembali. Jika telah sesuai klik Simpan. 

konfirmasi dan simpan

7. Jika data berhasil diunggah, selanjutnya Cetak Surat Ajuan Anda.

Cetak surat ajuan

8. Berikut Contoh Surat Ajuan Nomor Registrasi Guru (NRG) Baru (S26a).  

surat ajuan S26

9. Ajukan Surat Pengajuan NRG Baru (S26a) tersebut ke Dinas Pendidikan, Guru akan menerima Surat Tanda Terima Pengajuan NRG Baru. Selanjutnya Dinas Pendidikan akan mengajukan ke LPMP untuk disetujui diterbitkan NRG. Jika sudah diterbitkan, NRG baru anda akan tampil pada layanan PADAMU PTK anda.

 

Sumber : http://bantuan.siap-online.com