Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah

Perbedaan Metode Ilmiah dengan Penelitian Ilmiah

Metode ilmiah dan penelitian ilmiah, dua frase yang terkesan memiliki pengertian sama ini ternyata memiliki perbedaan satu sama lain. Ada dua (2) hal paling tidak, yang membedakan antara metode ilmiah dengan penelitian ilmiah. Perlu dimengerti bahwa setiap penelitian ilmiah harus menerapkan metode ilmiah, akan tetapi setiap metode ilmiah belum tentu penelitian ilmiah. Maksudnya begini, prinsip-prinsip yang digunakan dalam metode ilmiah digunakan pula dalam penelitian ilmiah.

Adapun letak kedua perbedaan metode ilmiah dengan penelitian ilmiah, sebagaimana telah disebut di atas adalah: (1) dalam hal rumusan masalah; dan (2) dalam hal cara kerja pemecahan masalah. Mari kita uraikan satu persatu.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam metode ilmiah dapat berupa masalah yang sangat sederhana atau masalah yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika hari hujan, salah satu sudut lantai kamar di rumah anda menjadi menjadi basah. Untuk menyelesaikan masalah sederhana ini anda tidak perlu melakukan penelitian ilmiah, cukup berpikirdengan menggunakan metode ilmiah. Sebaliknya dalam penelitian ilmiah rumusan masalah cukup kompleks sehingga membutuhkan kegiatan yang kompleks pula untuk menyelesaikan/ memecahkannya. Dalam penelitian ilmiah anda harus merancang instrumen untuk mengumpulkan data dengan benar, menganalisis data, dsb. Melakukan penelitian ilmiah memerlukan waktu yang lebih lama, tidak cukup hanya satu atau dua hari saja sebagaimana anda memecahkan masalah sehari-hari yang sederhana melalui metode ilmiah.Contoh masalah penelitian ilmiah yang cukup kompleks misalnya: Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan prestasi siswa-siswa kelas XA SMA SukaMoro? Untuk memecahkan masalah ini tidak dapat dilakukan secara sederhana melalui metode ilmiah, tetapi haruslah dengan penelitian ilmiah yang dalam pelaksanaannya tetap menerapkan prinsip-prinsip metode ilmiah.

Cara Kerja Pemecahan Masalah

Secara singkat pada paragraf sebelumnya tentang rumusan masalahpun kita sudah dapat memahami bahwa cara kerja dalam penelitian ilmiah lebih kompleks dibanding cara kerja pada metode ilmiah. Selama melaksanakan penelitian ilmiah diperlukan ketekunan, kesabaran, ketelitian, dan keahlian khusus. Penelitian ilmiah dilakukan secara sadar, cermat dan sistematis mengenai subjek tertentu sehingga dapat mengungkapkan fakta-fakta, teori-teori, atau aplikasi-aplikasi. Penelitian ilmiah juga berkaitan dengan memperbaiki sesuatu yang sedang berjalan baik berupa fakta, teori atau kegiatan, dan tidak hanya mengungkap hal-hal yang bersifat baru. Penelitian ilmiah (scientific research) bukan hanya upaya yang dilakukan untuk pemuasan rasa ingin tahun, tetapi juga berkaitan dengan upaya untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan gejala-gejala sosial ataupun kebendaan (alam).

Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah

Proses pelaksanaan penelitian ilmiah terdiri dari langkah-langkah yang juga menerapkan prinsip metode ilmiah. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan selama melakukan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut:

  1. mengidentifikasi dan merumuskan masalah
  2. melakukan studi pendahuluan
  3. merumuskan hipotesis
  4. mengidentifikasi variabel dan definisi operasional variabel
  5. menentukan rancangan dan desain penelitian
  6. menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian
  7. menentukan subjek penelitian
  8. melaksanakan penelitian
  9. melakukan analisis data
  10. merumuskan hasil penelitian dan pembahasan
  11. menyusun laporan penelitian dan melakukan desiminasi.

Berikut kita bahas setiap langkah-langkah penelitian ilmiah (scientific research) itu, berikut ini.

Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah

Sebagaimana halnya dalam metode ilmiah, pada penelitian ilmiah juga harus berangkat dari adanya permasalahan yang ingin pecahkan. Sebelum melaksanakan penelitian ilmiah perlu dilakukan identifikasi masalah. Proses identifikasi masalah penting dilakukan agar rumusan masalah menjadi tajam dan sebagai bentuk data awal bahwa dalam penelitian ilmiah tersebut memang dibutuhkan pemecahan masalah melalui penelitian. Identifikasi masalah dirumuskan bersesuaian sebagaimana latar belakang masalah, berdasarkan fakta dan data yang ada di lapangan. Identifikasi masalah pada umumnya dirumuskan dalam bentuk kalimat deklaratif, sementara rumusan masalah ditulis dalam bentuk kalimat tanya (berbentuk pertanyaan).

Melakukan Studi Pendahuluan

Di dalam penelitian ilmiah, perlu dilakukan sebuah studi pendahuluan. Peneliti dapat melakukannya dengan menelusuri dan memahami kajian pustaka untuk bahan penyusun landasan teori yang dibutuhkan untuk menyusun hipotesis maupun pembahasan hasil penelitian nantinya. Sebuah penelitian dikatakan bagus apabila didasarkan pada landasan teori yang kukuh dan relevan. Banyak teori yang bersesuaian dengan penelitian, namun ternyata kurang relevan. Oleh karenanya, perlu dilakukan usaha memilah-milah teori yang sesuai. Selain itu studi pendahuluan yang dilakukan peneliti melalui pengkajian kepustakaan akan dapat membuat penelitian lebih fokus pada masalah yang diteliti sehingga dapat memudahkan penentuan data apa yang nantinya akan dibutuhkan.

Merumuskan Hipotesis

Hipotesis perlu dirumuskan dalam sebuah penelitian ilmiah, lebih-lebih penelitian kuantitatif. Dengan menyatakan hipotesis, maka penelitian ilmiah yang dilakukan peneliti akan lebih fokus terhadap masalah yang diangkat. Selain itu dengan rumusan hipotesis, seorang peneliti tidak perlu lagi direpotkan dengan data-data yang seharusnya tidak dibutuhkannya, karena data yang diambilnya melalui instrumen penelitian hanyalah data-data yang berkaitan langsung dengan hipotesis. Data-data ini sajalah yang nantinya akan dianalisis. Hipotesis erat kaitannya dengan anggapan dasar. Anggapan dasar merupakan kesimpulan yang kebenarannya mutlak sehingga ketika seseorang membaca suatu anggapan dasar, tidak lagi meragukan kebenarannya.

Mengidentifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel

Sebuah variabel dalam penelitian ilmiah adalah fenomena yang akan atau tidak akan terjadi sebagai akibat adanya fenomena lain. Variabel penelitian sangat perlu ditentukan agar masalah yang diangkat dalam sebuah penelitian ilmiah menjadi jelas dan terukur. Dalam tahap selanjutnya, setelah variabel penelitian ditentukan, maka peneliti perlu membuat definisi operasional variabel itu sesuai dengan maksud atau tujuan penelitian. Definisi operasional variabel adalah definisi khusus yang dirumuskan sendiri oleh peneliti. Definisi operasional tidak sama dengan definisi konseptual yang didasarkan pada teori tertentu.

Menentukan Rancangan atau Desain Penelitian

Rancangan penelitian sering pula disebut sebagai desain penelitian. Rancangan penelitian merupakan prosedur atau langkah-langkah aplikatif penelitian yang berguna sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian ilmiah bagi si peneliti yang bersangkutan. Rancangan penelitian harus ditetapkan secara terbuka sehingga orang lain dapat mengulang prosedur yang dilakukan untuk membuktikan kebenaran penelitian ilmiah yang telah dilakukan peneliti.

Menentukan dan Mengembangkan Instrumen Penelitian

Apakah yang dimaksud dengan instrumen penelitian? Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya. Beragam alat dan teknik pengumpulan data yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan dan jenis penelitian ilmiah yang dilakukan. Setiap bentuk dan jenis instrumen penelitian memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Karena itu sebelum menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian, perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satu kriteria pertimbangan yang dapat dipakai untuk menentukan instrumen penelitian adalah kesesuaiannya dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Tidak semua alat atau instrumen pengumpul data cocok digunakan untuk penelitian-penelitian tertentu.

Menentukan Subjek Penelitian

Orang yang terlibat dalam penelitian ilmiah dan berperan sebagai sumber data disebut subjek penelitian. Seringkali subjek penelitian berkaitan dengan populasi dan sampel penelitian. Apabila penelitian ilmiah yang dilakukan menggunakan sampel penelitian dalam sebuah populasi penelitian, maka peneliti harus berhati-hati dalam menentukannya. Hal ini dikarenakan, penelitian yang menggunakan sampel sebagai subjek penelitian akan menyimpulkan hasil penelitian yang berlaku umum terhadap seluruh populasi, walaupun data yang diambil hanya merupakan sampel yang jumlah jauh lebih kecil dari populasi penelitian. Pengambilan sampel penelitian yang salah akan mengarahkan peneliti kepada kesimpulan yang salah pula.Sampel yang dipilih harus merepsentasikan populasi penelitian.

Melaksanakan Penelitian

Pelaksanaan penelitian adalah proses pengumpulan data sesuai dengan desain atau rancangan penelitian yang telah dibuat. Pelaksanaan penelitian harus dilakukan secara cermat dan hati-hati karena kan berhubungan dengan data yang dikumpulkan, keabsahan dan kebenaran data penelitian tentu saja akan menentukan kualitas penelitian yang dilakukan.Seringkali peneliti saat berada di lapangan dalam melaksanakan penelitiannya terkecoh oleh beragam data yang sekilas semuanya tampak penting dan berharga. Peneliti harus fokus pada pemecahan masalah yang telah dirumuskannya dengan mengacu pengambilan data berdasarkan instrumen penelitian yang telah dibuatnya secara ketat. Berdasarkan cara pengambilan data terhadap subjek penelitian, data dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu data langsung dan data tidak langsung. Data langsung adalah data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari sumber data (subjek penelitian), sementara data tidak langsung adalah data yang diperoleh peneliti tanpa berhubungan secara langsung dengan subjek penelitian yaitu melalui penggunaan media tertentu misalnya wawancara menggunakan telepon, dan sebagainya.

Melakukan Analisis Data

Beragam data yang terkumpul saat peneliti melaksanakan penelitian ilmiahnya tidak akan mempunyai kana apapun sebelum dilakukan analisis. Ada beragam alat yang dapat digunakan untuk melakukan analisis data, bergantung pada jenis data itu sendiri. Bila penelitian ilmiah yang dilakukan bersifat kuantitatif, maka jenis data akan bersifat kuantitatif juga. Bila penelitian bersifat kualitatif, maka data yang diperoleh akan bersifat kualitatif dan selanjutnya perlu diolah menjadi data kuantitatif. Untuk itu perlu digunakan statistik dalam pengolahan dan analisis data.

Merumuskan Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada hakekatnya merumuskan hasil penelitian dan melakukan pembahasan adalah kegiatan menjawab pertanyaan atau rumusan masalah penelitian, sesuai dengan hasil analisis data yang telah dilakukan. Pada saat melakukan pembahasan, berarti peneliti melakukan interpretasi dan diskusi hasil penelitian.Hasil penelitian dan pemabahasannya merupakan inti dari sebuah penelitian ilmiah.Pada penelitian ilmiah dengan pengajuan hipotesis, maka pada langkah inilah hipotesis itu dinyatakan diterima atau ditolak dan dibahas mengapa diterima atau ditolak. Bila hasil penelitian mendukung atau menolak suatu prinsip atau teori, maka dibahas pula mengapa demikian. Pembahasan penelitian harus dikembalikan kepada teori yang menjadi sandaran penelitian ilmiah yang telah dilakukan.

Menyusun Laporan Penelitian dan Melakukan Desiminasi

Seorang peneliti yang telah melakukan penelitian ilmiah wajib menyusun laporan hasil penelitiannya. Penyusunan laporan dan desiminasi hasil penelitian merupakan langkah terakhir dalam pelaksanaan penelitian ilmiah. Format laporan ilmiah seringkali telah dibakukan berdasarkan institusi atau pemberi sponsor di mana penelitia itu melakukannya. Desiminasi dapat dilakukan dalam bentuk seminar atau menuliskannya dalam jurnal-jurnal penelitian. Ini penting dilakukan agar hasil penelitian diketahui oleh masyarakat luas (masyarakat ilmiah) dan dapat dipergunakan bila diperlukan.

Pengertian dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah dalam Penelitian

Pengertian dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah dalam Penelitian – Salam edukasi, pada beberapa waktu yang lalu telah kami berikan informasi mengenai ” Banyak dosen tidak pede membuat karya ilmiah “. Pada kesempatan ini, saya ingin mencoba berbagi kembali tentang Pengertian dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah dalam Penelitian

Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.

Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah

Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.

Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis

Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.

Metode ilmiah didasarkan pada data empiris

Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol

Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan masalah.
  2. Merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data.
  4. Menguji hipotesis.
  5. Merumuskan kesimpulan.

Merumuskan Masalah

Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?

Merumuskan Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Mengumpulkan Data

Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.

Menguji Hipotesis

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.

Merumuskan Kesimpulan

Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.

Demikian informasi tentang ” Pengertian dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah dalam Penelitian ” semoga bermanfaat

sumber : penelitiantindakankelas.blogspot.co.id

Banyak Dosen Tidak Pede Bikin Karya Ilmiah

Banyak Dosen Tidak Pede Bikin Karya Ilmiah – Kebijakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kementristekdikti) yang mewajibkan karya ilmiah terpublikasi dalam jurnal internasional membuat calon profesor khawatir. Karena itulah mengapa perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, paceklik guru besar (gubes).

Kekhawatiran tersebut dibenarkan Kepala Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama Fredy Kurniawan. Menurut dia, kekhawatiran itu didasari dua hal. Yakni, konten penelitian harus memiliki daya tarik atau nilai jual dan penggunaan bahasa Inggris ilmiah.

”Banyak yang tidak pede, takut tulisannya kurang mumpuni,” ujarnya. Apalagi, mereka harus bersaing dengan ribuan dosen di luar negeri yang juga berlomba-lomba agar tembus jurnal internasional terindeks Scopus.

”Persaingannya cukup ketat. Jika tema sudah pernah dimuat, tidak bisa lagi masuk,” lanjutnya.

Kondisi tersebut diungkap di sela-sela konferensi internasional bertajuk Narotama International Conference on Civil Engineering (NICCE) 2015 kemarin (6/11).

Fredy menuturkan ada beberapa upaya yang harus dilakukan agar dosen tidak lagi takut. Salah satunya melalui konferensi internasional sebagaimana yang berlangsung hingga hari ini.

Menurut Fredy, satu hal yang ditekankan dalam konferensi internasional tersebut adalah call for paper. Artinya, para peserta memaparkan hasil penelitian mereka ke dalam forum. Presentasi juga dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris. Nah, upaya itu diharapkan bisa mencairkan ketakutan dan kekhawatiran yang melanda para dosen saat akan melakukan publikasi internasional.

”Itu bisa menjadi pancingan untuk berbagi ilmu, share riset dari berbagai negara, riset kami sampai di mana. Sehingga, bisa jadi tolok ukur juga,” jelasnya.

Melalui konferensi, interaksi dengan dosen dalam dan luar negeri pun bisa terjalin. Dengan demikian, dosen, mahasiswa, dan peneliti menjadi percaya diri. ”Bisa juga riset bersama. Ini kan juga menguntungkan,” paparnya

sumber : JPNN

Kumpulan Judul Skripsi Jurusan PGSD, PAUD dan PGTK

RUMAH BELAJAR – Penelitian tindakan kelas adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Suharsimi, 2008 : 23).

Menurut Suhardjono (2008 : 58) berpendapat bahwa penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas, bukan pada input kelas (silabus, konsep dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar).

Berikut ini kami berikan Kumpulan contoh Judul Skripsi Jurusan PGSD, PAUD dan PGTK semoga bisa menjadi Inspirasi dalam membuat Judul sebuah Penelitian Tindakan Kelas.

  • Aini, Ulya Nurul (2013) IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SD NEGERI KRATON YOGYAKARTA.
  • Airin Setyarini, (2013) UPAYA MENINGKATKAN PERHATIAN SISWA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA WAYANG ANGKREK PADA SISWA KELOMPOK B2 TK ASSA’ADAH BALEDONO PURWOREJO.
  • Aisyah Umi Lathifah, (2013) HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PROFESIONAL DENGAN KINERJA GURU DI TAMAN KANAK-KANAK SE-KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN.
  • Amirudin, – (2013) PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISWA KELAS V SD SE GUGUS 3 KARANGSARI PENGASIH KULON PROGO. Contoh judul skripsi S1 UNY
  • Apriani , Purwanti (2013) PENINGKATAN KECERDASAN INTRAPERSONAL ANAK MELALUI KEGIATAN BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA KELOMPOK A DI TK PKK 21 KRANDOHAN SEWON BANTUL.
  • Ariyanti, Zeni Dwi (2013) PENGGUNAAN SEDOTAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH PADA SISWA KELAS 1 SD N SANGGRAHAN, BENDUNGAN, WATES, KULON PROGO. Contoh judul skripsi S1 UNY
  • Arosy, Yuwanita Nur Konsul (2013) PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KEBONSARI BOROBUDUR MAGELANG. Contoh judul skripsi S1 UNY
  • Asri Yudi , Arti (2013) MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A MELALUI PERMAINAN KUDA BISIK DI TK ABA GEDONGKUNING YOGYAKARTA.
  • Asroviyatun, (2013) PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL MELALUI PERMAINAN KECIL TANPA ALAT PADA ANAK KELOMPOK A TK ABA PAJANGAN BERBAH SLEMAN YOGYAKARTA.
  • Astria, Citra Nungky (2013) UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAINKAN DRAMA MELALUI PENDEKATAN PAKEM DI KELAS V SD KASIHAN BANTUL TAHUN AJARAN 2012/2013. Contoh judul skripsi S1 UNY
  • Astuti, Desi Dwi Nur (2013) PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) SISWA KELAS VI SD NEGERI JATISARI KECAMATAN MLATI KABUPATEN SLEMAN.
  • Atika Nurjannah, (2013) PENGARUH PENGGUNAAN METODE PROYEK DALAM PENGENALAN SAINS TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK B TK AISYAH BUSTANUL ATHFAL BLUNYAHGEDE SINDUADI MLATI SLEMAN. Contoh judul skripsi S1 UNY
  • Basuki, Makmun (2013) MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEGAK BERSAMBUNG MELALUI METODE MENJIPLAK PADA SISWA KELAS II SD BANYUDONO 4 DUKUN MAGELANG.
  • Berty Ivanintyas , Cahyaningrum (2013) UPAYA MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI PERMAINAN SOSIODRAMA PADA ANAK KELOMPOK A DI TK MASYITHOH TEMANGGUNG KABUPATEN GUNUNGKIDUL. Contoh judul skripsi S1 UNY
  • Chodariyah, Dwi Enik Nuzul (2013) MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN EYD MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERTUKAR PASANGAN.
  • Cilik Damaryani, (2013) PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PENDEKATAN OPEN INQUIRY PADA ANAK KELOMPOK B DI TK PERTIWI 54 TERUMAN, BANTUL.
  • Dwiuntari, Vita (2013) PENERAPAN PENDEKATAN QUANTUM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS IV SD NEGERI KEJAMBON 2.
  • Endang , Sulistyani (2013) PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN KARTU ANGKA DI KELAS A TK PKK 19 BONGGALAN SRIGADING,SANDEN, BANTUL,YOGYAKARTA.
  • Eni Ernawati, (2013) Meningkatkan Keterampilan Mengucapkan Kata Benda Melalui Media Benda Hidup Di KB Harapan Bunda, Dusun Kembangsongo Trimulyo Jetis Bantul Yogyakarta.
  • Ening Opsiyah, (2013) MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA POWERPOINT PADA ANAK KELOMPOK B2 TAMAN KANAK KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL GENDINGAN YOGYAKARTA.
  • Eny Fitriana, (2013) UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN PADA ANAK KELOMPOK B TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL GLUNTUNG PANDAK BANTUL MELALUI METODE BERCERITA.
  • Erna Wuliastuti, (2013) MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS MENGGUNAKAN MEDIA LINGKUNGAN ALAM PADA ANAK KELOMPOK B2 TK AL HIDAYAH TERBAH, PENGASIH, KULON PROGO, YOGYAKARTA.
  • Ernawati, (2013) PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN KECIL DENGAN ALAT BOLA PADA ANAK KELOMPOK A DI TK ABA PENDEKAN TIRTORAHAYU GALUR KULON PROGO.
  • Ernawati, Dwi Endah (2013) PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT MELALUI PENERAPAN TEORI BELAJAR VAN HIELE PADA SISWA KELAS III SD NEGERI CORONGAN DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA.
  • Ernawati, Dwi Endah (2013) PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT MELALUI PENERAPAN TEORI BELAJAR VAN HIELE PADA SISWA KELAS III SD NEGERI CORONGAN DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA.
  • Estika Endriasari, (2013) MENINGKATKAN EMPATI MENGGUNAKAN METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK A3 TK ABA KARANGKAJEN YOGYAKARTA.
  • Faelina, (2013) PENGENALAN BILANGAN DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK A DI TK GUGUS II MAWAR WIROBRAJAN.
  • Fajaryanti, Mare Asia (2013) IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH MUTIHAN WATES KULON PROGO.
  • Fatmi Lestari, (2013) UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL POLA MELALUI MEDIA PAPAN FLANEL PADA ANAK KELOMPOK A DI TK LKMD TROWOLU SUMBERMULYO BAMBANGLIPURO BANTUL DIY.
  • Fitriana, Shinta (2013) PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI KANDUNGAN GIZI PADA MAKANAN DI KELAS VB SD NEGERI SLEMAN 3.
  • Fitriani, Nur Farida (2013) PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATERI PETA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS IV SD GANDOK BANTUL.
  • Gerhastuti, Widyana Cahyaning (2013) MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PENGURANGAN PADA PECAHAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TEROPONG PECAHAN SISWA KELAS IVB SD NEGERI BANGIREJO 1 YOGYAKARTA.
  • Handani, Dita Febri (2013) MINAT SISWA KELAS III TERHADAP FULL DAY SCHOOL DI SD MUHAMMADIYAH GUNUNGPRING MUNTILAN MAGELANG TAHUN AJARAN 2012/2013.
  • Heni Listyorini, (2013) MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK MELALUI BERMAIN PERAN DI KELOMPOK BERMAIN KUNCUP MEKAR GUNUNGSAREN LOR TRIMURTI SRANDAKAN BANTUL.
  • Hestarini, Rifki (2013) UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS)PADA SISWA KELAS V SDN PANDANPURO 2 PAKEM SLEMAN.
  • Hidayati, Isni (2013) PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IIB SEKOLAH DASAR NEGERI SINDUADI I MLATI KAB. SLEMAN YOGYAKARTA.
  • Hindayani, Rina (2013) PENGGUNAAN MEDIA KARTU REMI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT SISWA KELAS IV SDN WATES 2 MAGELANG.
  • ISTIYANI, (2013) MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN MELEMPAR DAN MENANGKAP BOLA KECIL PADA KELOMPOK A DI TK ABA MELIKAN I WEDI KLATEN.
  • Ina YaniNurAiniy, (2013) PEMBELAJARAN KOMPUTER KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK NEGERI 2 YOGYAKARTA.
  • Inayati, Farida Faizah (2013) PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SUMBER I BERBAH SLEMAN TAHUN AJARAN 2012/2013.
  • Indah Nurhayati, (2013) PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI HANDS ON ACTIVITY SAINS PADA KELOMPOK B DI RA HIDAYATUL QUR’AN MANISRENGGO KLATEN.
  • Istirahah , Miftahul (2013) PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS PADA SISWA KELAS IV SD N SUSUKAN KECAMATAN SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN.
  • Juminah, (2013) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI PERMAINAN BALOK PADA SISWA KELOMPOK A DI TK ABA MALANGAN SENTOLO KULON PROGO YOGYAKARTA.
  • Juwati, (2013) PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI BERMAIN PLAYDOUGH PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK A1 TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL NGORO-ORO PATUK GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA.
  • Kadarsih, Nunik (2013) PELAKSANAAN MANAJEMEN SEKOLAH DI SD PIYUNGAN KECAMATAN PIYUNGAN KABUPATEN BANTUL.
  • Kelara, Pipeh (2013) HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR SE-GUGUS BERINGIN DI KECAMATAN PRINGSURAT KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN AJARAN 2012/2013.
  • Kuntari , Dwiana Dyah (2013) UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI PENDEKATAN LINGKUNGAN ALAM SEKITAR PADASISWA KELAS IV SD N BANDARSEDAYU KECAMATAN WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG.
  • Kusumahati, Titik Rahayu (2013) MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN PADA BILANGAN CACAH DENGAN MENERAPKAN TEORI BELAJAR BRUNER PADA SISWA KELAS III SD NEGERI KEMANUKAN KABUPATEN PURWOREJO.
  • Kyky Julianti Setyaningrum, (2013) UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN TEKNIK 3M (MELIPAT, MENGGUNTING DAN MENEMPEL) PADA ANAK KELOMPOK A DI TK ABA KARANG KALASAN.
  • Larasati, Lisa Kurnia (2013) PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI METODE SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS VA SD NEGERI SIDOMULYO, KEC. SECANG, KAB. MAGELANG.
  • Maisari, Ika (2013) MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI REJODANI NGAGLIK SLEMAN.
  • Maisaroh, Novi (2013) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VA SD N PANEMBAHAN TAHUN AJARAN 2012-2013.
  • Mardikarini, Sasi (2013) PENGUASAAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SEKOLAH DASAR SE-GUGUS TAMPOMAS KECAMATAN PAGEDONGAN KABUPATEN BANJARNEGARA.
  • Marina, Rina Dewi (2013) PENGGUNAAN PETA KONSEP ( CONCEPT MAPPING ) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SDN WONOROTO, KECAMATAN WINDUSARI, KABUPATEN MAGELANG.
  • Marisa, Lutfiana (2013) UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR IPA PADA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA MELALUI PENDEKATAN GUIDED DISCOVERY PADA SISWA KELAS V SD N 1 KARANGDUREN KLATEN.
  • Marwanti, (2013) MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI AKTIVITAS MENGGAMBAR DI TK PEDAGOGIA KELOMPOK A TAHUN AJARAN 2012/2013.
  • Maryanti, Puji Tri (2013) PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP IPS MELALUI METODE PETA KONSEP PADA SISWA KELAS IV A SD NEGERI SALAM 01 TAHUN AJARAN 2012/2013.
  • Monaliza, Kasih Eka (2013) PENINGKATAN KETRAMPILAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN MEDIA KARTU KATA UNTUK KELAS I SD NEGERI SRIWEDARI I KECAMATAN MUNTILAN.
  • Muji Rahayu, (2013) PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU HURUF DI TK ABA GLODOGAN 1 KECAMATAN KLATEN SELATAN KABUPATEN KLATEN.
  • Munawaroh, – (2013) UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT KELAS IVB SD BANGUNJIWO MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMNETS (TGT).
  • Munawarsih, (2013) MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN MELEMPAR DAN MENANGKAP BOLA PADA ANAK KELOMPOK B2 DI TK KEMALA BHAYANGKARI 02 YOGYAKARTA.
  • Neni Tri, Wahyuni (2013) PENINGKATAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK MELALUI PENGGUNAAN BENDA-BENDA KONKRET (NYATA) KELOMPOK A TK ABA V GANJURAN BOROBUDUR MAGELANG.
  • Nginayah, Malikhatul (2013) PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI METODE PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN PADA SISWA SD N NGARGORETNO 2 SALAMAN MAGELANG.
  • Niken Dita Kartika Damayanti, (2013) UPAYA MENGEMBANGKAN NILAI KEBERANIAN DAN KERJASAMA MELALUI METODE BERMAIN PERAN KELOMPOK A DI TK KUSUMA II BABARSARI YOGYAKARTA.
  • Nugrahani, Zepty Dyah (2013) PENINGKATAN MINAT SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TGT TEAMS GAMES TOURNAMENT MENGGUNAKAN TEKA-TEKI SILANG PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KEPUTRAN A YOGYAKARTA.
  • Nurul Halimah, (2013) UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAMATI (SENSING) MELALUI PENGGUNAAN METODE DISCOVERYPADA ANAK KELOMPOK B1 TK BATIK PPBI YOGYAKARTA.
  • Oktiantari, Ratna (2013) UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MEDIA GAMBAR SISWA KELAS IV SD NEGERI SUNGAPAN SEDAYU BANTUL.
  • PAMUNGKAS, MELDA PUTRI (2013) MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MEDIA POWER POINT SISWA KELAS IV SD TIDAR 3 KOTA MAGELANG.
  • Pamungkas, Melda Putri (2013) MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MEDIA POWER POINT SISWA KELAS IV SD TIDAR 3 KOTA MAGELANG.
  • Pariyem, – (2013) PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI NGARGOMULYO KECAMATAN DUKUN, KABUPATEN MAGELANG.
  • Prastiwi, (2013) MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK KELOMPOK B DENGAN CERITA BERGAMBAR DI TK ABA AL FAJAR, CEPOKO TRIRENGGO BANTUL.
  • Prastiwi, (2013) MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK KELOMPOK B DENGAN CERITA BERGAMBAR DI TK ABA AL FAJAR, CEPOKO TRIRENGGO BANTUL.
  • Pratiwi, Saktyasita Dewi (2013) HUBUNGAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR GURU DAN KEDISIPLINAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI YANG DI UNAS KAN KELAS VI GUGUS PANGGANG KECAMATAN PANGGANG KABUBATEN GUNUNGKIDUL SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2011/2012.
  • Prihadi, Iksan (2013) PERSEPSI SISWA KELAS TINGGI TENTANG KETERAMPILAN PEMBERIAN PENGUATAN GURU DI SD SE GUGUS R.A. KARTINI KECAMATAN KUTOARJO KABUPATEN PURWOREJO.
  • Prihatsari, Yulia (2013) PENINGKATAN HASIL BELAJAR PECAHAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS V SD NEGERI I DUWET NGAWEN KLATEN.
  • Pujiastuti, Ari (2013) PENERAPAN PENDEKATAN LINGKUNGAN ALAM SEKITAR (PLAS) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI BAGIAN-BAGIAN TUMBUHAN DAN FUNGSINYA DI KELAS IV SDN PANCURANMAS.
  • Purnamasari, Veryliana (2013) KONTRIBUSI SELF EFFICACY TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V SEGUGUS V KECAMATAN SENTOLO KABUPATEN KULON PROGO.
  • Purnasari, Rita (2013) MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD TAMAN MUDA IBU PAWIYATAN TAMANSISWA YOGYAKARTA DENGAN MODEL QUANTUM TEACHING.
  • Purwaningsih, Wiwit (2013) MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SD N 1 PENGASIH KULON PROGO.
  • Purwanti, Dwi (2013) MENINGKATKAN PRESTASI BELAJARPENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn)DENGAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS IC SDN LEMPUYANGAN I, YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013.
  • Qodir , Muhammad Fathul (2013) MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION ) PADA SISWA KELAS V SDN KIYARAN 1 CANGKRINGAN SLEMAN.
  • Rafikaningtyas, Arie (2013) PENGARUH PENERAPAN METODE SAS TERHADAPKEMAMPUAN MEMBACAPERMULAAN SISWA KELAS 1 SD NEGERI BLONDO 3.
  • Rahayu, Purwanita (2013) UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI STRATEGI MULTIPLE INTELLIGENCES PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI SALAKAN LOR KECAMATAN KALASAN SLEMAN.
  • Rayungsari, Erna (2013) MENINGKATAN HASIL BELAJAR PERKALIAN BILANGAN CACAH MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DI SD.
  • Rokhayati, – (2013) PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PRISMA SEGI EMPAT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI PRISMA SEGI EMPAT PADA SISWA KELAS V SD N BONGSREN.
  • Rosita , Marsi (2013) PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KARTON HITAM PUTIH PADA MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT KELAS IV SD N KARANG JENGKOL 03 TAHUN AJARAN 2012/2013.
  • Rositawati, – (2013) UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN METODE PERMAINAN PADA SISWA KELAS III SD NEGERI TLACAP SLEMAN.
  • Sabandini, Meirina (2013) PERANAN PENGUATAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS I SD NEGERI BERBAH I SLEMAN.
  • Setiawan, Rico Dedi (2013) HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI SE-GUGUS KARANGMOJO III KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN AJARAN 2012/2013.
  • Siamita, Rifqilya Purbo (2013) MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA YANG MELIBATKAN PENGURANGAN PADA BILANGAN CACAH MELALUI PENERAPAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA KELAS II SD N DEPOK 1 KECAMATAN DEPOK KABUPATEN SLEMAN.
  • Sinta Hapsari, (2013) UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI BERMAIN SIMPAI PADA KELOMPOK B TK PUSPASIWI II KECAMATAN SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA.
  • Siti Chumaidah, (2013) MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN MELALUI METODE BERMAIN DENGAN KARTU BERGAMBAR PADA ANAK KELOMPOK B DI TK ‘AISYIYAH KARANG SEMUT TRIMULYO JETIS BANTUL.
  • Siti Fathonah, (2013) PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANGKA SATU SAMPAI SEPULUH MELALUI BERMAIN KOIN KARTU DI KELOMPOK A1 TK ABA KETANGGUNGAN YOGYAKARTA.
  • Siti Fathonah, (2013) PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANGKA SATU SAMPAI SEPULUH MELALUI BERMAIN KOIN KARTU DI KELOMPOK A1 TK ABA KETANGGUNGAN YOGYAKARTA.
  • Sophiany, Tyas Ayu (2013) UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI JETIS KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2011/2012.
  • Sophiany, Tyas Ayu (2013) UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI JETIS KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2011/2012.
  • Sudarmiyati, (2013) UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DI TK A BENISO RANDUBELANG SEWON BANTUL.
  • Sugiharti , Reni (2013) PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SIRAHAN 2 KECAMATAN SALAM.
  • Sumarni, – (2013) MENINGKATKAN KETERAMPILAN OPERASI HITUNG PECAHAN MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KALIBENING KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2011/2012.
  • Suranti, Ika Sri (2013) STUDI IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN IPA OLEH GURU KELAS IV SD SE KECAMATAN BANTUL.
  • Susanti, Riris (2013) PENGARUH PERAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU KELAS SD DI DESA SUMBERADI KECAMATAN MLATI KABUPATEN SLEMAN TAHUN AJARAN 2011/2012.
  • Sutijah, (2013) MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI TK ABA AMONG PUTRA BABADAN BANTUL.
  • Tika Noviasari, (2013) PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN LARI ZIG-ZAG DAN BAKIAK PADA SISWA KELOMPOK BI RA MASYITHOH SEGOROYOSO II.
  • Utami, Hanafita Hajar (2013) PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS METODE PERCOBAAN UNTUK MENGOPTIMALKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA PEMBELAJARAN SAINS KELAS V SD NEGERI TROWONO II.
  • Utami, Jari (2013) UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JAWA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI KELAS IV SD NEGERI 3 TLOGOWATU KLATEN.
  • Utami, Tri (2013) IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS III SDN I BLIMBING KARANGNONGKO KLATEN.
  • WIJAYANTI, ENY (2013) PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SISWA KELAS IVA SD NEGERI JAGERAN SEWON BANTUL.
  • Wardani, Dika Setya (2013) PERBEDAAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL ANTARA KELAS DENGAN MODEL QUANTUM TEACHING DAN ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PITURUH KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO.
  • Wari, Istirin (2013) PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THE POWER OF TWO PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI I MAYUNGAN NGAWEN KLATEN.
  • Wibowo, Wisnu (2013) DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS IV SD NEGERI SINGOSAREN, BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA.
  • Widanarti, Novi Indah (2013) HUBUNGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA SD KELAS V SE-GUGUS II DI KECAMATAN GALUR, KABUPATEN KULON PROGO TAHUN AJARAN 2012/2013.
  • Winda Wahyuni, (2013) PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBENTUK BENDA DENGAN BAHAN LUNAK DI TK ABA PERENG KABUPATEN KULON PROGO.
  • Wulandari, Sri (2013) UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS III SD NEGERI TANGKISAN POS DENGAN MENERAPKAN LANGKAH-LANGKAH TEORI BELAJAR BRUNER.
  • Yani Candra , Dewanti (2013) UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERITA MELALUI GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELOMPOK A DI TK ABA GEDONG TENGEN YOGYAKARTA.
  • Yulinda Rohedy , Yoshoawini (2013) PENGELOLAAN EMOSI ANAK USIA 4-5 TAHUN DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI TK AL-AZHAR 31 YOGYAKARTA.
  • Yunita Dewanti Munica, (2013) MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK KELOMPOK B DI TK PKK SINDUMARTANI NGEMPLAK SLEMAN.

Sumber Referensi : belajarpsikologi